Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Dinkes Parigi Moutong Optimis Capai Target PAD 2021 Rp7,4 Miliar

Dinkes Parigi Moutong Optimis Capai Target PAD 2021 Rp7,4 Miliar
Foto: Rapat Dinkes Parigi Moutong bersama DPRD.

GemasulawesiSekretaris Dinkes Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Asmarafia mengatakan, pihaknya optimis mampu mencapai target PAD 2021, senilai Rp7.481.720.560,- miliar.

“Sumber PAD kami di Dinkes ada dua yakni retribusi pelayanan umum Puskesmas dan retribusi non kapitasi Puskesmas,” ungkap Asmarafia pada rapat realisasi PAD semester pertama dan prognosis enam bulan kedepan tahun 2021, di ruang rapat DPRD Parigi Moutong, baru-baru ini.

Dia merinci, sumber pemasukan pada retibusi pelayanan umum Puskesmas ditarget sebesar Rp1 miliar. Dalam kurun waktu enam bulan ini, realisasi capaian telah mencapai Rp544.389.000 juta, atau secara presentase 54,44 persen dari target PAD 2021.

Baca juga: Rapat Banggar: PAD DKP Parigi Moutong Baru 37 Persen

Sementara target PAD 2021 dari sumber retribusi pelayanan non kapitasi Puskesmas, Dinas Keseahatan ditergetkan senilai Rp6.481.720.560,-.

Hingga kini, pihaknya baru mampu merealisasi senilai Rp1.022.560.525, atau secara presentase 15,78 persen dari target PAD 2021.

“Jika dirata-ratakan, meskipun terdapat satu komponen telah mencapai 50 persen, namun retribusi non kapitasi sangat rendah. Sehingga, rata-rata retribusi pelayanan kesehatan puskesmas baru terealisasi 20,94 persen,” ungkapnya.

Baca juga: Optimalisasi PAD, Dishub Uji Petik Parkir di Desa Toboli

Sejumlah permasalahan realisasi PAD

Dia mengatakan, terdapat sejumlah permasalahan dalam realisasi PAD itu.

Diantaranya, untuk pembayaran retribusi non kapitasi Puskesmas, pihak pengelola Puskesmas harus lebih dulu menerima klaim, baik rawat inap, rujukan hingga persalinan untuk disampaikan ke pihak BPJS kesehatan.

Setelah itu lanjutnya, pihak BPJS akan melakukan proses verifikasi, sebelum mengeluarkan lembar konfirmasi. Ia menyebut, pada proses verifikasi itulah terjadi keterlambatan, sehingga pembayaran setoran PAD pun terlambat.

Selain itu, terjadi keterlambatan pembayaran utang klaim pelayanan kesehatan di tahun 2020 kemarin.

Pasalnya, penyelesaian pembayaran utang daerah harus berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan yang diterbitkan BPKP.

Baca juga: Optimalisasi PAD, Dishub Uji Petik Parkir di Desa Toboli 

“Jadi kami baru bisa membayarkan, setelah terbitnya LHP BPK terkait utang klaim pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, PAD untuk target tahun 2020, retribusi pelayanan umum Puskesmas mencapai 123,81 persen dari target, sedangkan retribusi non kapitasi sebesar 94,56 persen.

Sehingga, dirata-ratakan menjadi 109, 19 persen dan melebihi target pemerintah daerah.

Melihat fenomena ini kata dia, setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan bidang terkait, pihaknya optimis dapat mencapai target di tahun 2021.

Baca juga: Dinkes Parigi Moutong Optimis Vaksinasi Guru Tuntas Juni Ini

DPRD apresiasi capaian PAD

Menanggapi hal itu, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Parigi Moutong, Arifin Dg Palalo mengatakan, pihaknya mengapresiasi capaian realisasi PAD, dan sikap optimis Dinkes terkait target PAD tahun 2021.

“Bahkan, di tahun 2020 kemarin mampu tercapai lebih dari target ditetapkan,” ujarnya.

 Meskipun diakuinya, dalam kondisi pandemi saat ini merealisasikan target PAD bukan hal yang mudah, ditambah lagi dengan berbagai sorotan dari sejumlah pihak tentang pelayanan kesehatan.

“Tapi Dinkes jangan berkecil hati, terkadang maksimal menurut kita. Namun bagi masyarakat belum maksimal. Terkait pelayanan memang harus lebih berhati-hati, dalam mengambil keputusan, dan hal itu bukan hanya terjadi di daerah kita,” pungkasnya.  

Baca juga: Kemendagri Minta Pemda Tingkatkan PAD Diatas 15 Persen

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post