Dinkes Gelar Peningkatan SDM Pengelola Puskesmas Parigi Moutong

55
Dinkes Gelar Peningkatan SDM Pengelola Puskesmas Parigi Moutong
Pertemuan Peningkatan Kapasitas Pengelola Kesehatan Tradisional Puskesmas.

Parigi moutong, gemasulawesi.comDinas kesehatan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menggelar peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia atau SDM pengelola Puskesmas.

“Kegiatan ini terkhusus untuk pengelola kesehatan tradisional Puskesmas di seluruh Kabupaten Parigi Moutong,” ungkap Kepala dinas (Kadis) Kesehatan Parigi Moutong, Revi J.N Tilaar, saat pembukaan pertemuan peningkatan kapasitas pengelola kesehatan tradisional Puskesmas, di Hotel Lidya, Senin 9 Maret 2020.

Ia melanjutkan, pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang. Tujuannya, agar dapat mewujudkan peningkatan derajat kesehatan warga.

Tujuan itu juga termuat dalam RPJPN 2005-2025. Salah satu muatannya adalah program Indonesia Sehat. Paradigma sehat dilakukan dengan pengarusutamaan kesehatan dalam pembangunan kesehatan, penguatan promotif, preventif dan pemberdayaan warga.

Salah satu strategi pembangunan kesehatan adalah mendorong warga agar mampu memelihara kesehatannya. Serta mengatasi gangguan kesehatan ringan secara mandiri melalui kemampuan asuhan mandiri.

“Pelayanan kesehatan tradisional yang dikembangkan di Puskesmas, memanfaatkan keterlibatan warga untuk memelihara kesehatan secara mandiri,” jelasnya.

Menurutnya, pelayanan kesehatan tradisional adalah arah kebijakan yang memperkuat upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit serta pemberdayaan warga.

Orientasi pelayanan kesehatan tradisional kata dia, adalah upaya menyehatkan yang sakit dan mempertahankan yang sehat. Sekaligus meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Hal itu lanjut dia, sejalan dengan PP nomor 103 tahun 2014 pasal 70, tentang pelayanan kesehatan tradisional. Jelasnya, warga dapat dapat melakukan perawatan kesehatan secara mandiri dan benar dengan memanfaatkan Taman Obat Keluarga (TOGA) dan keterampilan.

“Warga diharapkan dapat berkunjung ke Puskesmas untuk konsultasi masalah kesehatannya dan bukan untuk mengobati sakitnya,” terangnya.

Konsultasi masalah kesehatan ke Puskesmas lanjut dia, dalam rangka untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif.

Ia menambahkan, dengan melakukan asuhan mandiri dapat diartikan telah ada upaya merubah paradigma pengobatan kuratif menjadi promotif dan preventif. Sehingga, bermanfaat untuk efesiensi dan efektifitas bagi keluarga. Dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga.

Baca juga: Ini Lima Protokol Kesehatan Cegah Penyebaran Corona di Lingkungan Sekolah

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.