2Banner GIF 2021

Digolongkan Rendah, Cakupan Vaksinasi COVID-19 di Sulteng

Digolongkan Rendah, Cakupan Vaksinasi COVID-19 di Sulteng
Ilustrasi Vaksin

“Cakupan vaksinasi yang rendah jika tidak didukung patuh prokes dapat meningkatkan potensi penularan COVID-19 di tengah masyarakat,” kata Wiku.

Sulawesi tengah, gemasulawesi – Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) adalah salah satu dari 22 provinsi yang cakupan vaksinasi COVID-19 digolongkan relatif rendah di bawah rata-rata nasional.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis 18 November 2021, menegaskan, cakupan vaksinasi di terhitung rendah hanya berkisar 22,65 persen, di bawah rata-rata nasional 40,42 persen.

Baca juga: Kinerja Cakupan KIA 100 Persen, Parimo Raih Penghargaan

“22 provinsi masih memiliki persentase cakupan vaksinasi dosis lengkap yang lebih rendah dari angka nasional yaitu 40,42 persen,” kata Wiku.

Ke-22 provinsi dengan cakupan vaksinasi yang masih rendah selain Sulteng adalah Aceh (18,70%), Sumatera Utara (34,63%), Sumatera Barat (21,13%), Riau (27,92%), Sumatera Selatan (27,74%), Bengkulu (24,38%), Lampung (27,28%), Jawa Barat (40,06%), NTB (31,34%), NTT (24,35%), Kalimantan Barat (27,74%), Kalimantan Tengah (34,64%), Kalimantan Selatan (24,41%).

Baca juga: Satgas Belum Pastikan Covid19 Jadi Endemi Tahun 2022

Kemudian Sulawesi Utara (37,09%), Sulawesi Tengah (22,65%), Sulawesi Selatan (28,56%), Sulawesi Tenggara (21,96%), Gorontalo (30,42%), Sulawesi Barat (22,46%), Maluku (18,93%), Maluku Utara (20,52%), dan Papua Barat (24,85%).

Dari 22 provinsi ini, ada 4 provinsi yang lebih dari 40 persen kabupaten/kota-nya melaporkan kepatuhan protokol kesehatan yang rendah, terutama dalam memakai masker dan menjaga jarak.

Baca juga: Jokowi Soroti Tingginya Angka Kematian Covid-19

Ke-4 provinsi tersebut adalah Riau, Lampung, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

“Cakupan vaksinasi yang rendah jika tidak didukung patuh prokes dapat meningkatkan potensi penularan COVID-19 di tengah masyarakat,” kata Wiku.

Wiku meminta pemerintah daerah dari keempat daerah ini untuk meningkatkan vaksinasi COVID-19 dan mengubah perilaku warganya agar taat protokol kesehatan.

“Pastikan terbentuknya posko satgas di tingkat desa atau kelurahan maupun di fasilitas umum untuk memantau pelaksanaan protokol kesehatan,” tutur Wiku.

Pandemi COVID-19 telah menginfeksi 4.250.855 orang Indonesia.

Sekarang ini, masih ada 9.018 kasus aktif, 4.098.178 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 143.659 jiwa meninggal dunia. (****)

Baca juga: Miliki Sabu, Polisi Amankan Dua Warga Sigi Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post