Selasa, Mei 18, 2021

Digitalisasi, Cara UMKM Bertahan di Masa Pandemi

Must read

Berita nasional, gemasulawesi- Pelaku usaha atau UMKM melakukan berbagai upaya untuk bertahan pada masa pandemi covid 19, salah satu yang bisa dilakukan adalah digitalisasi.

Saat ini banyak teknologi aplikasi digital yang memudahkan para pelaku UMKM untuk bertransaksi dengan mudah.

Namun, masih ada pelaku UMKM yang asing dengan perkembangan teknologi. Padahal, untuk bertahan di tengah pandemi covid 19, UMKM harus mau masuk ke dunia digital.

Baca juga: Berikut Rancangan Pemulihan Ekonomi Kota Palu

“Jadi walaupun kita ngomong digital, tetap harus ada pendampingannya. Pendampingan itu macam-macam bentuknya, bisa melalui training, coaching, gathering, konsultasi. Intinya mereka (UMKM) harus mempersiapkan diri ke sana (digital),” ungkap T. M. Zakir Machmud, Kepala UMKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia dalam Dialog Produktif dengan tema ‘Naik Kelas UMKM Lewat Digitalisasi’ di Media Center Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), beberapa waktu lalu.

Faktor seperti kurangnya kemampuan beradaptasi dengan digital hingga keengganan para pelaku UMKM mengubah gaya transaksi mereka, menjadi tantangan besar.

Baca juga: Genjot PAD, Pemda Parimo Ambil Upaya Khusus Turunkan Pajak

Karena itu, baik pemerintah maupun para penyedia aplikasi diharapkan mau terjun langsung merangkul mereka.

“Pengaruh lingkungan itu besar berdasarkan studi yang pernah kami lakukan. Jadi kalau mereka mengadopsi satu teknologi, misalkan pembayaran dengan salah satu merek, mereka pasti akan ngobrol dulu dengan temannya, kalau ke, baru mau,” jelas pakar ekonomi UMKM itu sembari menerangkan sulitnya mengenalkan digitalisasi kepada para pelaku UMKM.

Transformasi ke era digital sesungguhnya sangat bermanfaat bagi UMKM terutama di era pandemi ini- yang sulit melakukan transaksi langsung ke konsumen maupun supplier.

Baca juga: Bersama Mitra, Goethe-Institut Indonesien Gelar Lokakarya Perlindungan Privasi di Internet

“Sekarang salah satu cara pakai digital. Dengan dia (UMKM) masuk ke dalam digital, hubungan ke depan (penjualan), marketingnya dengan digital. Begitu juga dengan dia ke belakang, dengan supplier-nya,” ujarnya.

Tak hanya akan membantu UMKM, perubahan teknologi niscaya menciptakan peluang baru yang berdampak pada munculnya lapangan kerja dan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Kalau lihat pengalaman-pengalaman sebelumnya, misalnya ambil contoh revolusi industri, sekarang ke empat, itu pasti akan muncul peluang-peluang baru, atau inovasi-inovasi baru yang membuat masyarakat akan menjadi lebih baik. Saya optimis itu,” tutup Zakir.

Baca juga: Dua Mahasiswa di Kota Palu Ditahan Polisi

Baca juga: Pindahkan Tahanan ke Lapas, Kejari Lakukan Rapid Tes

(KPCPEN / Kominfo)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article