2Banner GIF 2021

Diduga Terlibat Pencabulan, Propam Periksa Dua Penyidik Kepolisian

Diduga Terlibat Pencabulan, Propam Periksa Dua Penyidik Kepolisian
Foto: Illustrasi. Diduga Terlibat Pencabulan, Propam Periksa Dua Penyidik Kepolisian.

Gemasulawesi– Propam Polda Sumatera Utara (Sumut) periksa dua oknum penyidik Kepolisian terduga pelaku pencabulan dan pemerasan terhadap istri tersangka kasus narkoba.

“Kalau anggota (penyidik) sudah diperiksa Propam terkait adanya laporan dugaan pencabulan dan pemerasan,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Senin 25 Oktober 2021.

Dalam kasus ini, dua orang penyidik Kepolisian berinisial Aiptu DR dan Bripka RHL diduga mencabuli dan memeras istri tersangka narkoba berinisial MU (19).

Baca juga: Polisi Banggai Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur 

Kasus itu berawal saat penggrebekan kediaman MU di Jalan Kapten Muslim, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa 4 Mei.

Saat itu petugas menemukan SM, suami MU bersama rekannya AS menguasai narkoba. Lalu, SM dan AS dibawa oleh penyidik Polsek Kutalimbaru.

Belakangan, Bripka RHL menghubungi orang tua kedua tersangka untuk meminta uang sebesar Rp30 juta.

Sementara itu Aiptu DR disebut mengajak MU bertemu di hotel untuk membicarakan masalah suaminya yang terjerat narkoba. Di hotel itulah MU diduga dicabuli.

Sebelumnya, kasus dugaan asusila terjadi di wilayah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, oknum polisi setempat juga diduga menjadi pelaku dalam kasus itu.

Korbannya merupakan anak dari tersangka kasus dugaan pencurian hewan ternak di wilayah setempat.

Namun, pelaku bukan lagi merupakan tahanan Polres setempat, melainkan tahanan Pemgadilan Negeri setempat.

Korban asusila diduga dijanji sang oknum polisi yang diketahui berinisial IPTU IDGN, dibantu membebaskan ayahnya, agar korban mau memenuhi keinginan untuk menemaninya tidur. 

Tindakan oknum polisi yang diduga telah mencemari institusi kepolisian akhirnya dinyatakan bersalah oleh Propam Polda Sulawesi Tengah, usai penyelidikan.

Bahkan, berdasarkan hasil siding kode etik, Polda merekomendasikan pemberhentian sementara ke Mabes Polri.

Namun, oknum polisi mengajukan banding ke Mabes Polri atas rekomendasi Propam Polda Sulawesi Tengah.

Bahkan sebelumnya, IPTU IDGN sempat membantah tuduhan korban kepadanya, dia mengakui soal sempat mengirim Chat mesra terhadap korban.

Hanya saja, tidak meniduri korban, seperti apa yang diceritakan korban kepada sejumlah wartawan. (***)

Baca juga: Propam Proses Oknum Polisi Pemukul Kepala Mahasiswa di NTB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post