Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Diduga Main Tambang Ilegal, Disdikbud Parimo Panggil Kepsek Ibrahim Kulas

Diduga Main Tambang, Disdikbud Parimo Panggil Kepsek Ibrahim Kulas
Foto: Disdikbud Parimo.

Gemasulawesi– Disdikbud Parimo, Sulteng, panggil Kepsek SDN Baliara, Ibrahim Kulas untuk diminta klarifikasi terkait sejumlah pemberitaan terkait dugaan main tambang sehingga mengabaikan tugasnya.

“Kami sudah undang Kepseknya, Ibrahim datang sendiri menemui saya untuk mengklarifikasi pemberitaan itu,” ungkap Kadis Aminuddin, usai Disdikbud Parimo panggil Kepsek Ibrahim Kulas, Senin 30 Agustus 2021.

Kepsek mengakui tidak berada di sekolah selama sekitar dua minggu lamanya, karena sedang menjalani isolasi mandiri.

Baca juga: Diduga Oknum Kepsek Main Tambang Ilegal di Parigi Moutong

Namun, jelang pelaksanaan sosialisasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), ia telah kembali menjalankan tugas seperti sebelumnya.

Kemudian, Kepsek juga beralasan tidak aktif di sekolah karena, mencari operator untuk membantunya dalam membuat laporan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan data Dapodik SDN Baliara.

“Karena dia tidak punya operator, dia sering keluar kantor untuk mencari bantuan mengurus itu. Kadang dia kerja di sekolah dan kadang juga di luar,” kata Aminuddin.

Baca juga: Wakil Rakyat Dorong BKPSDM Sikapi Kepsek Diduga Main Tambang

Keterangan plin plan Ibrahim Kulas

Terkait keterlibatannya di Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Kayuboko kata Kadis, dibantahnya.

Baca juga: Tambang Ilegal Buranga Longsor, Diduga Puluhan Orang Tertimbun

Sebab yang bersangkutan mengaku, datang ke lokasi tambang hanya sebatas melihat aktifitas masyakat disana.

“Dia bilang hanya jalan-jalan mau lihat emas itu. Saya juga kalau dekat disitu, saya lihat-lihat kesitu. Tapi kalau untuk terjun langsung, menurut beliau tidak ada,” ungkapnya.

Baca juga: Tragedi Buranga, Ketua DPRD Usul Penertiban Tambang Ilegal

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah Tegur Aktivitas Tambang Ilegal Parigi Moutong

Namun sayangnya, Kadis mengaku tidak sempat menanyakan soal keterlibatannya dalam menyediakan mesin untuk aktifitas PETI di Kayuboko.

Padahal sebelumnya, Ibrahim Kulas saat dikonfirmasi mengaku, hanya menyediakan mesin ketika ada seseorang membutuhkan. Tetapi ia tidak menyebutkan secara detail mesin apa yang dimaksudnya.

Baca juga: Kerap Banjir, Warga Keluhkan Aktivitas Tambang Ilegal Kayuboko

Baca juga: DPRD Rekomendasi Tutup Tambang Ilegal di Parigi Moutong

Laporan: Tim gemasulawesi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post