Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Diduga 92 WNI Langgar UU Keimigrasian Malaysia

Diduga 92 WNI Langgar UU Keimigrasian Malaysia
Foto: Illustrasi deportasi.

Gemasulawesi- Diduga sebanyak 92 WNI langgar UU Keimigrasian Malaysia Nomor 63 Tahun 1959. Pasalnya, tidak memiliki dokumen perjalanan sah.

“Imigrasi akan melihat status mereka. Mereka swab dan diamankan dulu sebelum nantinya akan dikembalikan ke negara asalnya,” ungkap Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) Konsulat RI di Tawau Emir Faisal, Jumat 6 Agustus 2021.

Para WNI itu, terjaring Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) Sabah dalam razia pendatang illegal di Desa Tanah Merah, Merotai Besar, Tawau Malaysia, Kamis 5 Agustus 2021 malam.

Baca juga: Mulai 6 Juli, Syarat Masuk Indonesia Wajib Bawa Hasil PCR

Saat ini, 92 WNI langgar UU Keimigrasian Malaysia itu sudah dibawa ke Depot Sementara JIM Sabah di Tawau untuk tindakan lebih lanjut.

Operasi dipimpin Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia Jonathan Yasin itu, sebenarnya menjaring 150 WNI. Sebanyak 92 WNI langgar UU Keimigrasian Malaysia diantaranya tidak dapat menunjukkan dokumen keimigrasian.

“Operasi Jim Obedient dilakukan karena adanya laporan dari perusahaan Ikut Maju. Mereka melaporkan di Ladang Merotai Lama, banyak pekerja ilegal. Akhirnya terjaring 92 WNI dan 23 orang sudah dibebaskan karena memiliki dokumen yang sah,” ujarnya.

Seperti dijelaskan Emir, Operasi Jim Obedient merupakan operasi aparat Malaysia untuk memeriksa warga negara asing.

Operasi itu dilakukan secara mendadak dan tidak terjadwal, untuk memastikan keberadaan WNA di negara itu telah sesuai perundangan yang berlaku.

“Sebanyak 69 orang masih diperiksa petugas Imigresen. Status tinggal para WNI tersebut cukup beragam, ada yang menunggu dijamin majikan, ada yang baru lulus tes kesehatan, ada pula yang kuota pekerjanya baru diluluskan Imigresen,” imbuhnya.

Baca juga: Pemerintah Didesak Lindungi ABK WNI di Kapal Asing

187 WNI batal dideportasi

Sebelumnya, sebanyak 187 WNI di Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia, batal dideportasi.

Adanya penularan Covid-19 di Depo Imigresen Tawau menjadi sebab ditundanya pengiriman para WNI stranded atau sudah habis kontrak kerjanya.

“Depo Imigresen menjadi salah satu klaster, kami minta ke Depo untuk ditunda deportasinya, karena khawatir menyebarkan. Di samping itu, di Nunukan PPKM level 4,” sebut Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) Konsulat RI di Tawau Emir Faisal melalui pesan tertulis, Rabu 4 Agustus 2021.

Adanya sebaran wabah di Depo Imigresen Tawau membuat kantor Imigrasi di wilayah ini lockdown.

Akibatnya, kepengurusan administrasi dan perizinan deportasi 187 WNI yang dijadwalkan hari ini melalui pelabuhan Tunon Taka Nunukan menjadi terhambat. (***)

Baca juga: Tolak Dikarantina, Empat WNA Dideportasi dari Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post