Diduga 6 Oknum Pejabat Jual Beli Jabatan di Pemprov Sulawesi Tengah

waktu baca 2 menit
(Foto Istimewa)

Berita Hukum, gemasulawesi – Diduga ada 6 pejabat yang terlibat kasus jual beli jabatan di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah, hal itu berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh Tim Inspektorat Provinsi Sulawesi Tengah, enam orang tersebut terdiri dari dua orang esselon II,dua dari esselon III, dan dua orang dari esselon IV.

Kepala Inspektorat Provinsi Sulawesi Tengah Moh Mukhlis Yodjodolo mengatakan timnya telah memeriksa 28 saksi dalam kasus jual beli jabatan tersebut dan telah menyimpulkan bahwa ada enam ASN terlibat melanggar atau menyalahgunakan kewenangannya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan selama 15 hari, tim menyimpulkan bahwa dari enam orang tersebut, empat melakukan pelanggaran berat, satu pelanggaran sedang, dan satu pelanggaran ringan.

Mengenai bentuk sanksi, menurut Kepala Inspektorat Provinsi Sulawesi Tengah Moh Mukhlis Yodjodolo, sanksi berat berupa penurunan pangkat atau di nonjob kan, pelanggaran sedang yaitu pengurangan tunjangan kinerja sebanyak 25 persen selama enam bulan, dan pelanggaran ringan berupa teguran tertulis. Sanksi tersebut disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah no. 94 tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Baca: Intip 10 Tempat Wisata di Medan Favorit yang Harus Kamu Kunjungi!

Ditanya nama ataupun inisial, Kepala Inspektorat Provinsi Sulawesi Tengah Moh Mukhlis Yodjodolo Muchlis enggan memberikan bocoran.

“Yang penting ada hasil seperti itu. Ada enam orang. Empat pelanggaran berat, satu pelanggaran sedang, satu pelanggaran ringan,” ucap Kepala Inspektorat Provinsi Sulawesi Tengah Moh Muchlis, kepada sejumlah jurnalis media di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, pada hari Jumat 06 Juni 2022.

Begitu pula saat ditanya bentuk pelanggarannya, Mukhlis juga tidak menjawab dengan jelas. Dia hanya mengatakan bahwa keenam orang itu telah menyalahgunakan wewenangnya.

Hasil investigasi ini akan dilaporkan kepada Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura untuk segera ditindaklanjuti dan diproses di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Tengah (BKD). Siapa enam ASN itu, kita akan tahu setelah hasil proses dari BKD.

“Mudah-mudahan bulan depan sudah ada nama,” jelasnya. (*)

Baca: Tembak Tersangka, Oknum Polisi Polsek Parigi Moutong Diamankan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.