Minggu, Mei 16, 2021
BerandaPARIGI MOUTONGCegah Stunting Wajib Masuk Program Pembangunan Desa Lokus

Cegah Stunting Wajib Masuk Program Pembangunan Desa Lokus

36 Desa Lokus Stunting di Parigi Moutong

- Advertisement -spot_img

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Desa Lokus di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, wajib masukkan program pencegahan stunting dalam perencanaan pembangunan.

“Desa bisa memanfaatkan Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) memasukkan program stunting,” ungkap Pelaksana tugas Kepala Badan perencanaan pembangunan, penelitian dan pengembangan daerah (Bappelitbangda) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Irwan di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, melalui Musrenbang desa Lokus dapat menyesuaikan dengan program pencegahan stunting masing-masing perangkat daerah.

Sebagai desa Lokus, Pemdes harus berperan aktif dengan bimbingan sejumlah instansi teknis terkait.

“Mesti maksimal, sebab penetapan desa Lokus stunting itu melalui rangkaian kajian survei dan pemetaan yang dilakukan tim terpadu, termasuk akademisi terlibat,” jelasnya.

Baca juga: Bangkep Belajar Tangani Stunting ke Parimo

Penyusunan rencana program prioritas kata dia, sudah harus dimulai. Tindaklanjutnya lewat Musrenbang.

Pada tahun kerja 2021, pemerintah menetapkan 36 desa dari tujuh kecamatan sebagai Desa Lokus penanganan stunting di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Desa itu banyak tersebar di wilayah rawan pangan daerah pegunungan, utara Parimo,” sebutnya.

Sementara, desa yang telah tuntas penanganan kasus stunting tetap mendapat pendampingan.

Khususnya, ibu hamil dan bayi pada masa seribu hari pertama kelahiran, salah satu bentuk intervensi yakni pemenuhan gizi serta pemantauan kesehatan lewat berbagai kegiatan.

“Penuntasan kekerdilan anak merupakan program Nasional yang ditindaklanjuti daerah-daerah yang menjadi sasaran, salah satunya di Sulteng adalah Parimo,” sebutnya.

Pemda Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, telah mampu menurunkan angka stunting dari 34,4 persen menjadi 12 persen mulai dari 2018 hingga 2020.

Jadi, desa-desa yang telah tuntas penanganan stunting, tetap menjadi perhatian guna mengantisipasi kasus kekerdilan kembali muncul ditengah masyarakat.

“Penanganan kasus kekerdilan anak tidak cukup hanya ditangani pemerintah. Namun, juga perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Bahkan, ikut terjun langsung,” hematnya.

Keberhasilan Parigi Moutong menurunkan angka stunting tahun lalu, berkat kerja keras beberapa pihak yang terlibat. Mulai dari pemerintah, akademisi, organisasi dan lembaga hingga akademisi.

Ia menambahkan, 2021, Pemda Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari sektor perbankan. Membantu kegiatan penanganan stunting ke Desa Lokus. Melalui intervensi dana tanggung jawab sosial perusahaan.

Baca juga: 36 Desa di Parimo Sulteng Jadi Lokus Penanganan Stunting 2021

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.