Desa Labengki, Pengabdian Pemuda di Daerah Terpencil


Desa Labengki, Pengabdian Pemuda di Daerah Terpencil
Foto: Duta lingkungan UNJ dan ACEI di Desa Labengki. Desa Labengki, Pengabdian Pemuda di Daerah Terpencil.

Berita Sulawesi tenggara, gemasulawesi – Grand Finalis Duta Lingkungan Indonesia dari Universitas Negeri Jakarta, bersama tim Alliance Community Empowerment of Indonesian (ACEI) melakukan kegiatan pengabdian pemuda di daerah terpencil, terdepan dan terluar (3T) di Desa Labengki, Sulawesi Tenggara.

“Kami duta lingkungan UNJ terpilih untuk menjadi Koordinator Umum kegiatan Ekspedisi Bahari Indonesia, bersama 26 Delegasi lainnya dari seluruh Indonesia,” ungkap Luthfi di Desa Labengki, 12 Desember 2021.

Tujuan ACEI adalah sebagai wadah memperkaya potensi pemuda dan pemudi Indonesia dalam berkontribusi, berkarya dan berinovasi bagi kemajuan bangsa dan negara khususnya di daerah 3T.

ACEI bersinergi dalam beberapa komponen, sebagai upaya terjalinnya kerjasama dalam tujuan yang sama dalam kemajuan bangsa. Menjalin hubungan kerjasama antara pemuda dan instansi negeri maupun swasta dan lainnya dalam kegiatan itu.

Baca juga: Kampung Bahari Korosondaya Jadi Pusat Pengembangan Durian Montong

Pemuda berkomitmen untuk terus memberikan inspirasi dan keilmuan untuk dapat memberdayakan para pemuda pemudi untuk menjadi pemimpin visioner dan berkontribusi bersama-sama untuk bangsa dan negara.

“Di pengabdian kali ini setidaknya ada beberapa hal yang menjadi perhatian Tim ACEI Ekspedisi Bahari Indonesia seperti peningkatan minat dan kualitas pendidikan di daerah kepulauan, Preventive and Promotive Health, pengelolaan lingkungan dan peningkatan ekonomi kreatif dan ecotourism berbasis lokal discernment,” ucapnya.

Oleh karena itu dari 26 delegasi terpilih dari seluruh penjuru Indonesia dibentuk ini diharapkan dapat membawa misi sosial baik untuk masyarakat Labengki.

Terdapat tiga divisi dibentuk, diantaranya Pendidikan, Kesehatan, dan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Ada beberapa program kerja dibagi ke dalam beberapa divisi,” tuturnya.

Misalnya Divisi Pendidikan yang dikepalai Koodinator Divisi Nurohman yang sudah merangkum beberapa permasalahan di desa.

Diantaranya, kurangnya minat untuk belajar/sekolah, kurangnya informasi mengenai berbagai macam profesi di luar (sehingga mereka mayoritas mempunyai cita-cita yang sama), pernikahan dini akhirnya melaksanakan program Kelas Impian, Pohon Impian, Barang Bekas Jadi Karya, dan Sex Education.

Sedangkan Divisi Kesehatan dikepalai Koodinator Divisi Carlos Juanito akhirnya melaksanakan program diantaranya SIGIBER (sikat gigi bersama), MCU Pengobatan Gratis, dan Pembuatan Ramuan Kesehatan. Setelah semula minim pengetahuan warga tentang kesehatan gigi. Dan sulitnya akses kesehatan yang hanya datang sebulan sekali di Pulau Labengki

Kemudian, Divisi Parekraf dikepalai Koodinator Divisi Hana Dhyiya Khairunnisa mengatakan untuk mendukung pariwisata ekonomi dan kreatif di Desa Labengki berada dalam konawe utara.

“Desa itu sangat berpotensi untuk menjadi desa wisata,” sebutnya.

Dengan potensi itu, tim Parekraf dari pengabdian ini menjalankan salah satu program yaitu pembuatan plang arah jalan desa.

Selain itu, untuk mendukung ekonomi warga divisi kami juga melaksanakan program pembuatan sampel Sambel Botol dan Bazar Gemes.

Sementara dalam menjaga pariwisata berbasis lingkungan juga dilakukan program penanaman bibit tanaman.

Usai melaksanakan kegiatan pengabdian pemuda di desa terpencil, para volunteer ACEI Ekspedisi Bahari Indonesia juga dapat menikmati dan mengeksplore wisata di Sulawesi Tenggara.

Serta mendapatkan penganugrahan Sertifikat Penghargaan yang diberikan Presiden ACEI Ahmad Fahrur Rozi dan Bupati Konawe Utara yaitu H. Ruksamin atas kesediaannya turun langsung ke Desa Labengki.

Semoga Ekspedisi Bahari Indonesia ini mampu memberikan inspirasi bagi pemuda-pemudi di Indonesia untuk berani terjun langsung ke masyarakat di desa.

Mengutip dari Bapak Moh. Hatta, “sudah saatnya cinta mempersatukan kita sehingga tidak ada lagi sekat antara aku, kamu maupun mereka”.

” Indonesia Tidak Akan Besar Karena Obor di Jakarta, Tapi Akan Bercahaya karena Lilin di Desa.” tutupnya. (**)

Baca juga: Ini Program Danlanal di Kampung Bahari Nusantara Parigi Moutong


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Gema

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Share via
Share this