Demi Predikat Sekolah Adiwiyata, SD Inpres 1 Bantaya Berbenah

Demi Predikat Sekolah Adiwiyata, SD Inpres 1 Bantaya Berbenah
Illustrasi Adiwiyata

Parimo, gemasulawesi.com Demi predikat sekolah Adiwiyata, SD Inpres 1 Bantaya Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulteng Tahun 2019, melakukan pembenahan di lingkungan sekolah.

Hal tersebut diungkapkan, Pelaksana tugas (Plt) SD Inpres 1 Bantaya, Habni Ali, kepada gemasulawesi.com, di ruang kerjanya, Rabu, 08 Mei 2019.

Read More

“Jadi, kami bersama staf dan siswa SD Inpres 1 Bantaya membuat persiapan sekolah adiwiyata,” ungkapnya.

Program pembenahannya, antara lain perbaikan pagar, dan membuat tempat untuk mencuci tangan tepat di depan kelas serta pembangunan pembuatan WC sekolah.

Sebelumnya, program tersebut akan dibicarakan melalui pertemuan pengurus beserta komite pada awal tahun ajaran baru nanti.

“Untuk anggaran keseluruhannya berjumlah kurang lebih 406 Juta Rupiah, yang terbagi kedalam empat triwulan,” jelasnya.

Rinciannya, untuk Triwulan Pertama, dana yang digelontorkan sejumlah 80 Juta Rupiah, Triwulan Kedua sebanyak 164 Juta Rupiah.

Kemudian, pada Triwulan Ketiga dikucurkan senilai 82 Juta Rupiah dan terakhir Triwulan Keempat berjumlah 4, 79 Juta Rupiah.

Sementara itu, pihaknya masih menunggu komite sekolah yang baru diaktifkan kembali sebelum menjalankan program.

“Jadi harapannya, demi adiwiyata, kami berharap dapat menjadi sekolah terdepan dengan siswa terbanyak di Kabupaten parimo ini,” tuturnya.

Berikut persyaratan sekolah adiwiyata:

  1. Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan

Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya Lingkungan maka diperlukan beberapa sekolah yang mendukung dilaksanakannya kegiatan-kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Program Adiwiyata yaitu partisipatif dan berkelanjutan.

2. Pengembangan kebijakan sekolah tersebut antara lain:

  1. Visi dan misi sekolah yang peduli dan berbudaya Lingkungan.
  2. Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan Lingkungan Hidup.
  3. Kebijakan Peningkatan Sumber Daya Manusia (Tenaga Kependidikan dan  Non  Kependidikan) di bidang pendidikan Lingkungan Hidup.
  4. Sumber daya alam.
  5. Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.
  6. Kebijakan sekolah untuk pengalokasian dan penggunaan dana untuk kegiatan yang terkait dengan  masalah lingkungan hidup.

3. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan

Penyampaian materi Lingkungan Hidup untuk para siswa dapat dilakukan melalui kurikulum yang terintegrasi atau monolitik. Pengembangan materi, model pembelajaran dan metode belajar yang beragam, dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang lingkungan hidup yang membahas masalah lingkungan-hari (isu lokal).
Pengembangan kurikulum tersebut dapat dilakukan antara lain:

  1. Pengembangan model pembelajaran lintas mata pelajaran.
  2. Penggalian dan pengembangan materi dan lingkungan hidup yang ada di masyarakat sekitar.
  3. Pengembangan metode pembelajaran berbasis Lingkungan dan budaya.
  4. Pengembangan Kurikuler untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Kesadaran Siswa tentang Lingkungan Hidup.

4. Pengembangan Kegiatan Berbasis Partisipatif

Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya Lingkungan, warga sekolah perlu dilibatkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran lingkungan hidup. Selain itu sekolah juga diharapkan melibatkan masyarakat dalam melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat dengan baik bagi warga sekolah, masyarakat pun lingkungannya.
Kegiatan-kegiatan tersebutantara lain:

  1. Menciptakan kegiatan ekstra kurikuler / kurikuler di bidang Lingkungan hidup berbasis patisipatif di sekolah.
  2. Mengikuti Kegiatan Aksi Lingkungan Hidup yang dilakukan oleh pihak luar.
  3. Membangun kegiatan kemitraan atau memprakarsai pembangunan pendidikan lingkungan hidup di sekolah.

5. Pengelolaan dan Pengembangan Sarana Pendukung Sekolah

Dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya Lingkungan perlu didukung sarana dan prasarana yang mencerminkan dukungan lingkungan hidup, antara lain memuat:
1. Pengembangan sarana pendukung sekolah yang ada untuk pendidikan lingkungan hidup.
2. Peningkatan kualitas peng-lolaan Lingkungan di dalam dan di luar lingkungan sekolah.
3. Penghematan Sumber Daya Alam (listrik, udara, dan ATK).
4. Peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat.
5. Pengembangan sistem Pengelolaan sampah.

Baca juga: Penyelenggaraan Pendidikan Paket Kesetaraan Upaya Tingkatkan IPM Parimo

Laporan: Aqil Azizi

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.