Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Delapan Anak Dibawah Umur Terlibat Kasus Prostitusi ‘Open BO’

Delapan Anak Dibawah Umur Terlibat Kasus Prostitusi 'Open BO'
Foto: Illustrasi praktek prostitusi via Medsos.

Gemasulawesi- Sebanyak delapan orang anak masih dibawah umur terlibat kasus prostitusi ‘Open BO’ alias modus penawaran via media sosial di Jakarta.

Hal itu terungkap usai penggerebekan di sebuah hotel pernah dipakai untuk isolasi mandiri kasus covid19, di Senen, Jakarta Pusat, 

“Penggerebekan kami dilaksanakan Senin 9 Agustus 2021 sekitar pukul 22.30 WIB. Sejumlah orang ikut diamankan,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, di Jakarta, Selasa 10 Agustus 2021.

Baca juga: Prostitusi Online Kota Palu Terbongkar, Ini Modusnya

Dia menyebutkan, dalam penggerebekan itu pihaknya mengamankan supervisor hotel, petugas front office, dua orang muncikari, serta delapan anak di bawah umur menjadi korban kasus prostitusi ‘Open BO’.

Kemudian, beberapa orang tertangkap tangan diduga keras sedang atau telah melakukan perbuatan cabul dengan korbannya anak dibawah umur.

Hotel sebagai lokasi prostitusi, ternyata pernah dijadikan tempat untuk Isolasi mandiri (Isoman) pasien terkonfirmasi covid19.

“Hotel pernah menjadi tempat karantina pasien Covid19,” ujarnya.

Baca juga: Boking Order Whatsapp, Modus Prostitusi Anak di Kota Palu

Saat digerebek separuh hunian hotel diisi untuk open BO

Saat digerebek, separuh hunian hotel diisi untuk open BO atau aksi prostitusi. Selain itu, satu kamar, diisi antara empat hingga enam anak.

Namun, pihaknya belum menjelaskan secara rinci perihal kasus prostitusi ‘Open BO’ itu. Ia menyebut, saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman.

Dalam kasus ini, nantinya para tersangka dapat dijerat dengan Pasal 76 I Jo Pasal 88 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP.

Sebelumnya, praktik prostitusi online melibatkan anak di bawah umur di dua hotel di Jakarta Barat digerebek aparat. Dua muncikari ditetapkan sebagai tersangka.

Penggerebekan itu dilakukan pada Rabu 19 Mei 2021 lalu, di Hotel A dan di Hotel B terjadi pada Jumat 21 Mei 2021 lalu.

“Jumlah keseluruhan yang diamankan dari dua lokasi yaitu 75 orang, baik itu muncikari, wanita open BO, tamu, serta karyawan di hotel tersebut,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangannya, Senin 24 Mei 2021.

Dari 75 orang yang diamankan itu, 18 di antaranya diketahui merupakan anak di bawah umur menjadi korban kasus prostitusi ‘Open BO’ itu. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post