Data Verifikasi Rumah Terdampak Bencana Desa Matolele Diragukan

1
343

Parimo, gemasulawesi.com- Data verifikasi rumah terdampak gempa di desa Matolele diragukan validasinya.

Warga berpendapat, terdapat beberapa rumah tidak layak huni, tapi masuk dalam kategori rumah rusak ringan.

Hal tersebut diungkap salah seorang warga yang ikut mengantarkan tim verifikasi saat melakukan klarifikasi rumah terdampak bencana di Desa Matolele, pada gemasulawesi.com.

Ia mengatakan, terdapat perbedaan data yang diajukan pihak pemerintah desa dengan hasil verifikasi tim dari pemerintah daerah.

“Tim verifikasi langsung dibawa ke rumah warga terdampak gempa, terdapat perbedaan data disampaikan tim verifikasi dengan data dari pihak pemerintah desa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP), Kabupaten Parimo, Idran, membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan validasi data warga penerima bantuan bedah rumah terdampak bencana pada September 2018 lalu.

Idran mengaku akan menindaklanjuti keluhan warga Desa Matolele melalui stafnya, untuk menangani.

“Untuk laporan data yang dianggap rancu oleh warga, staf kami Maskur yang mengkoordinir tim verifikasi di lapangan lebih mengetahui secara detail,” arahnya.

Ia menjelaskan, tim verikasi calon penerima bantuan bedah rumah terdampak gempa terdiri dari empat tim gabungan OPD.

Yakni Bappelitbangda, Tim BPBD, Tim Dinas PUPRP dan Tim Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Tim ini kata dia, bertugas untuk mengklasifikasi rumah warga berdasarkan kategori penerima bantuan nantinya.

Baik itu kategori rusak berat, rusak sedang ataupun rusak ringan. Kemudian tim verifikasi dari kementerian akan turun langsung memvalidasi data.

Diketahui, sekitar 5.500an rumah warga terdampak bencana di wilayah Kabupaten Parimo, akan mendapat program bedah rumah.

Laporan: Muhammad Rafii

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan