Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Data Kematian Masuk Indikator PPKM di Indonesia

Data Kematian Masuk Indikator PPKM di Indonesia
Foto: Illustrasi PPKM di Indonesia.

Gemasulawesi– Data kematian masuk indikator PPKM di Indonesia, setelah sempat dihapus. Seiring membaiknya kasus kematian akibat covid19 sejumlah daerah.

“Data indikator kematian sebagai penilaian asesmen level sesuai acuan ditetapkan WHO,” ungkap Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan, dalam konferensi pers, Senin 23 Agustus 2021.

Ia mengatakan, kasus-kasus kematian sebelumnya tidak terlaporkan sudah banyak dilaporkan.

Baca juga: Kota Palu Terbanyak Pasien Sembuh Covid 19 di Sulteng

Menurutnya, hal ini terjadi karena perbaikan data kematian dari indikator PPKM di Indonesia di beberapa wilayah sudah membaik.

“Kasus kematian akibat tabungan kasus konfrimasi dan kematian dikeluarkan beberapa Kabupaten atau Kota,” sebutnya.

Menurutnya, dalam beberapa hari kedepan akan kembali terjadi kenaikan tren kasus konfirmasi covid19.

Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan angka kasus kematian dari indikator PPKM di Indonesia.

Data kematian keluar dari indikator PPKM di Indonesia, karena ditemukan masalah dalam input data akumulasi dari kasus kematian beberapa pekan sebelumnya.

Baca juga: Senin, PPKM Level Empat Mulai Berlaku di Kota Palu dan Morowali Utara

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dengan dikeluarkannya angka kematian dari indikator penanganan covid19, terdapat 26 kota dan kabupaten level PPKM-nya turun dari level empat ke level tiga.

Menurutnya ini menunjukkan perbaikan kondisi di lapangan yang cukup signifikan.

“Evaluasi tersebut kami lakukan dengan mengeluarkan indikator kematian dalam penilaian,” tutur Luhut.

Baca juga: Tatap Muka Sekolah Wilayah PPKM Level 1-3 Diizinkan, Ini Syaratnya

Berlaku Mulai 24 Agustus, Level PPKM di Daerah Turun

Sebelumnya, Jokowi juga menyebut indikator penanganan covid19 mulai membaik, level PPKM di daerah turun, berlaku mulai 24-30 Agustus 2021.

“Beberapa daerah bisa diturunkan levelnya dari level empat ke level tiga,” ungkap Presiden dalam keterangan persnya, Senin 23 Agustus 2021 malam, dari Istana Merdeka, Jakarta.

Jokowi sebut sejumlah wilayah di Indonesia telah menunjukkan perkembangan cukup baik. Sehingga level PPKM di daerah turun.

Baca juga: Kemnaker Perkuat Kebijakan Satu Data Ketenagakerjaan

Level PPKM di daerah Jawa-Bali alami penurunan. PPKM level empat mengalami penurunan dari 67 kabupaten/kota menjadi 51 kabupaten/kota dan level dua dari 59 kabupaten/kota menjadi 67 kabupaten/kota.

Sedangkan level dua mengalami peningkatan dua kabupaten/kota menjadi sepuluh kabupaten dan kota. (**)

Baca juga: BPKP Evaluasi Progres Program Stunting Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post