245 Peserta Ikuti Ujian SKB CPNS Parigi Moutong

waktu baca 2 menit

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Sebanyak 245 peserta ikuti ujian SKB Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2019, yang memilih tempat pelaksanaan ujian di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Kesyukuran tersendiri, Panselda SKB CPNS Parigi Moutong telah mampu melaksanakan ujian SKB sebagai tahapan terakhir seleksi formasi 2019 dengan baik,” ungkap Kepala BKPSDM Parigi Moutong, Ahmad Syaiful di sela-sela pelaksanaan ujian SKB CPNS formasi tahun 2019, di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Minggu 4 Oktober 2020.

Ia menjelaskan, dari jumlah sekitar 500 peserta untuk fomasi 2019, separuhnya sudah melaksanakan di beberapa tempat seperti di Kota Palu, Denpasar dan Gorontalo.

Hal itu kata dia, sesuai dalam peraturan yang sudah ditetapkan BKN Pusat. Peserta ujian SKB diminta memilih tempat terdekat dengan domisilinya.

“Pelaksanaan ujian SKB CPNS Parigi Moutong dilaksanakan selama satu hari dan terbagi dalam tiga sesi,” jelasnya.

Sesi pertama dan kedua kata dia, diikuti 85 peserta sedangkan sesi ketiga diikuti 75 orang.

Sementara itu, lima orang panitia pelaksanaan ujian SKB CPNS yang datang ke Parigi Moutong adalah perwakilan dari Kantor regional (Kanreg) IV Makassar.

Baca juga: Pemerintah Kota Palu Kembali Gelar Operasi Yustisi

Mereka mengapresiasi pelaksanaan ujian SKB di Parigi Moutong yang sesuai dengan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, cuci tangan, menggunakan face shield, menggunakan hand sanitizer dan terpenting adalah penyemprotan disinfektan ke ruangan ujian sesaat sebelum pelaksanaan ujian taip sesinya.

“Kami pun selaku Panselda juga membatasi pengunjung hingga berjarak 500 meter. Mereka tidak diperbolehkan mendekat ke tempat pelaksanaan ujian SKB,” tuturnya.

Ia mengatakan, pihaknya memperketat protokol kesehatan. Pasalnya, ada peserta ujian SKB CPNS yang berasal dari luar Kabupaten Parigi Moutong.

Panselda kata dia, mewajibkan kepada peserta untuk membawa hasil rapid test non reaktif sebelum mengikuti ujian.

“Sempat ada satu peserta dari Kabupaten Luwuk yang tidak membawa hasil rapid test. Sehingga, otomatis harus melakukan rapid kepada petugas kesehatan yang sudah ada di dekat lokasi ujian,” terangnya.

Biaya rapid test itu lanjut dia, dibebankan kepada peserta ujian SKB yang tidak membawa hasil rapid non reaktif.

Setelah dilakukan rapid dan hasilnya dinyatakan negatif, barulah kemudian peserta bisa bisa memasuki ruang ujian.

“Dengan selesainya tahapan ujian SKB, berarti telah berakhir kerja-kerja Panselda untuk pelaksanaan ujian CPNS formasi tahun 2019. Hasil dari ujian ini nantinya akan diumumkan langsung BKN pusat,” tutupnya.

Baca juga: Polres Sigi Sulteng Amankan Tujuh Paket Sabu

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.