Covid 19 Sulteng Terkini, 150 Pasien Sembuh

Covid Sulteng 6 Januari 2021, Kumulatif Positif Tembus 4 Ribu Kasus
Foto: Update Covid 19 Sulteng 6 Januari 2021.
Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi- Satgas covid 19 Sulteng menyebut, update terkini terdapat tambahan 150 pasien sembuh dari virus corona periode 6 Januari 2021.

Tercatat sudah 2312 orang sembuh dari covid 19. Secara keseluruhan, pasien sembuh sebanyak 55,5 persen dari jumlah terkonfirmasi positif covid 19.

Sementara kasus kematian akibat wabah covid 19 berjumlah 118 jiwa.

Data itu menunjukkan angka kematian atau case fatality (CFR) Covid 19 di Sulteng adalah 3,0 persen.

Baca juga: Covid 19 Sulteng Hari Ini, 52 Pasien Sembuh

Sulteng juga mencatat 1628 pasien Covid 19 masih dalam perawatan medis.

Update Covid 19 Sulteng 6 Januari 2021, kumulatif positif virus corona tembus 4 ribu kasus.

Tambahan 162 kasus baru semakin membuat angka kumulatif positif covid 19 di Sulteng tembus hingga 4 ribu kasus.

Kasus baru covid 19 tersebar ke sepuluh daerah. Diantaranya, Kota Palu 39 kasus, Parigi Moutong 23 orang, Morowali 17 orang, Donggala 10 orang, Sigi dua orang, Morut 23 orang, Tolitoli lima orang, Banggai Kepulauan tujuh orang, Poso 23 orang dan Touna 23 orang.

Tambahan 162 kasus baru itu menambah kumulatif Covid Sulteng periode 6 Januari 2021. Totalnya 4058 orang, atau 0,5 persen dari jumlah terkonfirmasi nasional.

Baca juga: Vaksinasi Covid 19 Mandiri Bagi Masyarakat Mampu

Distribusi Vaksin Covid 19 Untuk Menjamin Ketersediaan Yang Merata

Satgas Penanganan Covid 19 menjelaskan terkait vaksin Covid 19 yang kini sedang didistribusikan ke berbagai daerah. Meskipun tahal uji klinik fase 3 belum selesai dilakukan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) terus melakukan pengawasan terhadap distribusi vaksin yang sedang berjalan.

Badan POM juga terus melakukan pengawasan dan evaluasi pengadaan vaksin secara berkala mulai dari tahapan pre klinik, sampai dengan uji klinik fase 1, 2 dan fase 3 yang sedang berlangsung di Bandung, Jawa Barat.

Termasuk juga uji klinis yang dilakukan Brazil dan Turki. Uji klinis fase 3 telah selesai, barulah Badan POM mengeluarkan Emergency Use of Authorization (EUA).

Baca juga: Badan POM Kawal Keamanan Khasiat dan Mutu Vaksin Covid 19

“Pada intinya, upaya distribusi yang telah dilakukan ini bertujuan menjamin ketersediaan vaksin yang merata, dengan prosedur kehati-hatian dengan memanfaatkan waktu yang ada. Pemerintah menjamin distribusi vaksin ke berbagai daerah di Indonesia dan dapat efektif tanpa merusak kualitas vaksin,” tuturnya.

Wiku menambahkan, pada saat kedatangan vaksin di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu, Badan POM telah memberi sertifikat Lot Release sebagai upaya dalam mengawal mutu vaksin yang masuk ke Indonesia.

Vaksin yang saat ini sedang didistribusikan ke berbagai daerah, akan tetap diawasi dengan melakukan sampling berbasis risiko di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM tingkat provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Lalu terkait penyuntikan vaksin ini, Wiku menegaskan bahwa pemerintah terus berpegang pada prinsip dan prosedur kesehatan yang berlaku. Penyuntikan vaksin baru akan dijalankan setelah EUA yang didasarkan hasil data saintifik dikeluarkan Badan POM.

“Bapak Presiden (Joko Widodo) juga akan menerima vaksin, jika vaksin sudah mendapatkan EUA dari Badan POM. Kami harapkan komitmen ini, bisa secepatnya dilaksanakan agar kemudian masyarakat luas bisa menerima vaksin Covid 19,” tutupnya.

Baca juga: Dunia Kesehatan Sambut Positif Vaksin Covid 19 di Indonesia

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post