Cegah PMK Sulawesi Tengah Stop Sementara Suplai Hewan dari Luar

waktu baca 2 menit
Ternak Sapi (Ilustrasi Gambar)

Berita Kesehatan, gemasulawesi – Cegah wabah Penyakit Kaki dan Mulut (PMK), Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, menghentikan sementara suplai hewan dari luar daerah.

Hal itu diungkapkan Dandi Alfita, Kepala Bidang kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulawesi Tengah, di Palu, Jumat 08 Juli 2022.

“Sejak pemeriksaan kami tidak ada sapi yang terjangkit PMK, kami berharap hal itu tidak terjadi. Untuk berjaga-jaga, kami menghentikan sementara suplai hewan ternak dari luar daerah,” ucap Kepala Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng Dandi Alfita di Palu, Jumat 08 Juli 2022.

Meski pasokan sapi dari luar daerah dihentikan, peternak Sulawesi Tengah masih bisa memasok sapinya ke berbagai daerah di Tanah Air.

Baca: Banjir Rendam Tiga Kelurahan di Kabupaten Tojo Una-Una

Ia mengatakan, Sulawesi Tengah merupakan salah satu sentra peternakan, sehingga kebijakan pemerintah membolehkan pasokan ke daerah lain untuk menjaga kesejahteraan peternak. Permintaan pasar cukup besar di luar daerah, yakni Kalimantan Timur.

Ia menambahkan, upaya preventif yang saat ini dilakukan Pemprov Sulawesi Tengah ditujukan untuk mencegah kemungkinan atau tanda-tanda penyebaran wabah sejak 07 Juli menyusul ditemukannya potensi PMK di Kabupaten Tanah Toraja, Sulawesi Selatan. katanya, untuk memasifkan penjualan hewan ternak antar kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah yang aman dari PMK.

“Penularan wabah ini sangat cepat. Setelah menemukan petunjuk atau potensi di Sulawesi Selatan, untuk sementara kita hentikan suplainya karena Sulawesi Selatan merupakan salah satu pemasok ternak sapi untuk Sulawesi Tengah,” kata Dandi.

Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Tengah juga melakukan penyemprotan disinfektan di lebih dari 100 kandang sapi di kawasan itu untuk mensterilkan sapi dari ancaman penyakit mulut dan kuku. Vaksinasi juga dilakukan dengan bekerja sama dengan Balai Karantina Pertanian (Barantan) Kelas II Palu untuk memastikan tidak ada penularan PMK di Sulawesi Tengah.

Ia mengatakan, bersama Barantan, kita pastikan sampai saat ini belum ada wabah penyakit mulut dan kuku dan fokus pengawasan kita pada sapi, kerbau, kambing dan babi. (*/Ikh)

Baca: Siapa Tetsuya Yamagami Pelaku Penembakan Mantan PM Jepang?

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.