Cegah Maraknya Mafia Tanah, Polda Sulawesi Selatan Tangani 181 kasus

waktu baca 2 menit
(Ilustrasi Gambar)

Berita Hukum, gemasulawesi – Cegah maraknya kasus mafia tanah yang terjadi selama 2022, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan tangani laporan kasus mafia tanah sebanyak 181 kasus 93 diantaranya telah dilimpahkan ke kejaksaan untuk dibawa ke persidangan.

Hal itu diungkapkan Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Nana Sudjana saat kenferensi pers di Polda Sulawesi Selatan, pada Kamis 30 Juni 2022.

“Terkait cegah maraknya mafia tanah, tahun ini 2022 ada 181 laporan polisi dan saat ini 93 kasus atau 52 persen,” ucap Nana Sudjana Kapolda Sulawesi Selatan saat konferensi pers di Polda Sulawesi Selatan, Kamis 30 Juni 2022.

Irjen Nana menjelaskan, laporan dari 181 kasus tersebut berkisar dari tindak pidana penipuan dan penggelapan hingga pemalsuan. Lalu ada kasus penyerobotan lahan yang paling sering dilaporkan.

Baca: Berita Duka, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Tutup Usia

Ia mengatakan, kasus tindak pidana penyerobotan lahan yang paling banyak dilaporkan.

Selain itu, kata Nana, kasus mafia tanah yang ditangani baru-baru ini terjadi di Masjid Al-Markaz Makassar. Nana mengatakan pihaknya telah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut dan penyidik juga telah meneruskan berkas kasus tersebut ke kejaksaan.

“Baru-baru ini kami juga menangani kasus Masjid Al-Markaz. Dan sampai saat ini prosesnya masih berlangsung masih P-19,” jelasnya.

Sebelumnya, Satgas Korsupgah KPK Regional IV Makassar mengungkapkan mafia tanah telah menggugat 7 aset negara di Makassar. Ketujuh aset tersebut berada di luar Masjid Al-Markaz dan jalan tol.

Pada Senin 8 November 2021 Kasatgas Korsupgah Wilayah IV Makassar Niken Arianti mengungkapkan dalam keterangnya kepada awak media di Makassar, ada tercatat 7 aset yang nyari hilang, (digugat) satu orang yang sama, diduga atas nama Ince Baharuddin, sekitar 7 lokasi, kalau milik Pemkot Makassar Al Markaz, Pemrov Sulawesi Selatan jalan Tol, Pelabuhan, dan sekarag gardu indul PLN Jalan latimojong.

Niken mengakui tanah negara yang diklaim merupakan aset strategis. Namun, Niken belum mengungkapkan nilai penuh tanah milik negara yang saat ini tengah digugat oleh mafia tanah

“Nilai tanahnya capai triliunan. Apa saja aset pelabuhan itu, belum lagi jumlah jalan tolnya. Kalau jumlahnya bukan kami yang menaksir, tapi kalau dilihat di aset strategis nasional Al Markaz saja itu berapa,” bebernya.

Terkait aset tanah di Al Markaz, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman mengaku telah melaporkan penggugat setelah pihaknya memenangkan gugatan di pengadilan. (*/Ikh)

Baca: Warga Bantaya Terima Bantuan Sapi Kurban Gubernur Sulawesi Tengah

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.