2Banner GIF 2021

KPPA Sulawesi Tengah: Pencegahan Kasus Narkoba Dimulai dari Keluarga

KPPA Sulawesi Tengah: Pencegahan Kasus Narkoba Dimulai dari Keluarga
Foto: Illustrasi kasus narkoba anak di Parigi Moutong.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– KPPA Sulawesi Tengah menyebut pencegahan kasus Narkoba di Parigi Moutong dimulai dari lingkungan keluarga.

“Tugas menekan angka kasus pengguna Narkotika tidak hanya menjadi tugas dari Aparat Penegak Hukum dan BNN saja,” ungkap Direktur Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Sulawesi Tengah, Mutmainah Korona di Parigi Moutong, Sabtu 6 Maret 2021.

Ia mengatakan, Pemda Parigi Moutong bisa membantu dengan membuat regulasi yang mengikat.

Hal itu penting dilakukan mengingat angka kasus Narkoba di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, saat ini sangat tinggi.

“Proses pencegahan kasus Narkoba tidak hanya berkutat dalam konteks pemadam kebakaran,” sebutnya.

Baca juga: 81 Orang Jadi Tersangka Kasus Narkoba Parigi Moutong 2020

Berbagai sosialisasi cegah kasus Narkoba melibatkan DP3A, Dinsos dan Disdikbud juga bisa dilakukan. Namun, ditekankan penguatan penyampaian informasi di lingkup keluarga, agar bisa memproteksi sejak dini.

Pencegahan dan pemberantasan kasus Narkoba di Parigi Moutong, tidak hanya bertumpu pada BNN saja. Apalagi, anggaran BNN itu sangat kecil, rata-rata Rp 50 juta. Dan anggaran itu, hanya disiapkan untuk penyergapan kepada kelompok-kelompok pengguna Narkoba.

“Proses pencegahan Narkoba juga bisa melalui anak muda. Misalnya, ada pemuda yang miliki vokal poin. Sehingga, bisa menyebarkan informasi itu kepada lainnya,” tuturnya.

Pencegahan Narkoba kata dia, seharusnya harus menjadi salah satu kurikulum pendidikan di sekolah.

Ia menyebut banyaknya kasus Narkoba terhadap anak itu adalah adanya permasalahan yang sering terjadi dalam keluarganya. Serta, pergaulan di lingkungan yang kurang bagus.

Sementara itu untuk membantu pencegahan kasus Narkoba dan kekerasan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah berikan pelatihan penguatan organisasi perempuan.

Melalui kegiatan penguatan kelembagaan, ia berharap organisasi perempuan dapat mengadvokasi masyarakat, kelompok pemuda dan anaknya sendiri terkait kasus Narkoba di Parigi Moutong.

“Selain kekerasan anak, angka perkawinan anak, kasus narkoba, pornografi atau pelecehan seksual di Parimo juga dikategorikan tinggi dari kabupaten lain yang ada di Sulteng,” tutupnya.

Baca juga: Massa Aksi Demo Sebut Tambang Emas Kasimbar Ancam Lingkungan

Laporan: Aldi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post