Cegah Covid 19, Desa Lembobelala Morut Perketat Warga Luar Masuk Kampung

Cegah Covid 19, Desa Lembobelala Morut Perketat Warga Luar Masuk Kampung
Foto: Pengamanan pos perbatasan Desa di Morut perketat warga luar masuk desa
Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesiGugus tugas covid 19 Desa Lembobelala Kabupaten Morut perketat warga luar masuk ke perkampungan.

Kebijakan itu diambil guna mencegah penyebaran covid 19 ke Desa Lembobelala Kabupaten Morut.

“Tujuan dibentuknya gugus tugas ini guna memperketat penjagaan masuk ke desa,” ungkap Kepala Desa Lembobelala, Kecamatan Lembo Raya, Kabupaten Morowali Utara, Johnson Tagoe, di Morut, Sabtu 2 Januari 2020.

Pemerintah Desa Lembobelala, Kecamatan Lembo Raya, Kabupaten Morowali Utara, Johnson Tagoe bersama beberapa pihak terkait membentuk gugus tugas covid 19.

Baca juga: Data 2 Januari 2020, Ribuan Orang Sembuh dari Covid 19

Ia mengungkapkan, semua unsur masyarakat ikut berpartisipasi saling bergantian menjaga pintu masuk setiap hari yang dimulai sejak pukul 06.30-22.00 Wita.

“Kami juga bersepakat melakukan perubahan anggaran yang diperuntukan untuk penanganan Covid 19 hingga saat ini,” tuturnya.

Ia menyebutkan, keterlibatan semua pihak menjadi kunci utama dalam perjuangan melawan penularan virus berbahaya ini.

Baca juga: Covid Sulteng 2 Januari 2021, Satgas Catat Puluhan Kasus Baru

Mitigasi yang dilakukan dalam pencegahan Covid 19 selama ini di Desa Lembobelala adalah melarang warga luar masuk kampung.

“Kami melakukan penjagaan setiap hari di pintu masuk desa. Kebetulan akses masuk di desa ini hanya satu, jadi kami lebih mudah memantau warga yang keluar masuk,” jelasnya.

Selain itu, mereka juga melarang pedagang dari luar yang tidak dikenal masuk ke kampung. Kecuali, penjual sembako selebihnya tidak boleh masuk.

Baca juga: Kota Palu Canangkan Kampung Tangguh Nusantara

Namun, larangan ini bukan berarti pihak luar tidak boleh masuk di desa Lembobelala.

Pihaknya, akan mengizinkan warga luar masuk jika ada surat kesehatan minimal hasil rapid tes atau surat keterangan berbadan sehat dari dokter.

“Selagi mereka memiliki surat hasil rapid tes, tentu kami akan mengizinkan masuk. Tapi, tim gugus tugas akan terus memantau aktivitasnya di dalam. Ini untuk memastikan tidak terjadi kontak langsung dengan warga kampung,” tutupnya.

Baca juga: Minyak Kelapa Kampung Premium, Industri Parimo ‘Go Nusantara’

Baca juga: Asal Morut, Satu Tambahan Positif Corona Baru di Sulawesi Tengah

Laporan: aldi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post