fbpx

Cara Menjadi Dropshipper yang Sukses

waktu baca 11 menit
Ilustrasi by idejualan

Kupas Tuntas, gemasulawesi – Tak bisa dipungkiri lagi, Indonesia merupakan target pasar e-commerce terbesar di Asia. Nah, kamu bisa memulai menjadi seorang dropshipper terlebih dahulu sebelum memulai bisnis sendiri. Maka kamu wajib mengetahui cara menjadi dropshipper yang mudah untuk pemula. Ini dia ulasannya. 

Cara Menjadi Dropshipper

Dropship merupakan metode bisnis yang mengharuskan penjual untuk menjual barang pihak lain. Tetapi pihak penjual yang tak perlu menyediakan stok barang dan mengirimnya secara mandiri. Berikut adalah cara menjadi dropshipper untuk pemula.

Riset dan Membandingkan Supplier

Langkah awal untuk menjadi seorang dropshipper adalah dengan membuat riset dan perbandingan terhadap supplier yang akan menjadi pemasok barang.

Lantas? Mengapa penting sekali untuk melakukan riset? Karena kamu sebagai penjual tidak memiliki stok barang atau produk yang akan dipasarkan, sehingga cara pertama ini penting bagi kamu seorang dropshipper untuk mengetahui kualitas produk yang ingin dijual.

Adapun terdapat beberapa kriteria kandidat supplier yang bisa kamu jadikan sebagai acuan. Agar kamu bisa menjadi dropshipper yang sukses. 

Terpercaya

Dalam sebuah bisnis, kepercayaan sangat mahal harganya. Untuk itu, cobalah untuk mencari supplier yang jujur. Lalu, bagaimana caranya? Kamu bisa melacak riwayat penjualan kandidat supplier kepada pihak dropshipper yang bekerjasama dengan supplier tersebut.

Harga yang ditawarkan

Harga juga menjadi faktor yang perlu kamu cermati. Usahakan mencari supplier yang memasang harga yang sesuai dengan target pasar yang ingin kamu sasar.

Contoh, target market kamu adalah orang-orang dengan penghasilan menengah kebawah, tentunya jika kamu mencari supplier yang memasang harga tinggi akan menjadi persoalan baru. Sebab, target pasar yang kamu pilih tidak bisa menjangkaunya.

Baca: 13 Cara Memulai Bisnis Online Mudah, Praktekkan Sekarang!

Produk

Sudah menjadi rahasia umum, sebuah produk yang sedang viral di tengah masyarakat pasti memiliki calon pembeli yang banyak. Maka dari itu, kamu perlu mencari supplier yang memasok produk yang sedang viral atau diminati masyarakat. Jangan lupa juga untuk mengecek kualitas produk supplier tersebut.

Kecepatan respon

Supplier yang memiliki respon yang cepat adalah poin yang cukup krusial. Terkadang, konsumen justru beralih ke toko lain apabila sebuah toko memiliki respon yang lambat.

Dropshipper adalah pihak ketiga, sehingga butuh kecepatan supplier untuk merespon ketika ada hal-hal penting.

Ketersediaan barang

Ketika kamu mencari supplier, pastikan untuk mencari supplier dengan ketersediaan barang yang banyak. Tujuannya agar tidak perlu berebut mendapatkan produk yang dicari konsumen.

Selain memiliki stok barang yang banyak, pastikan supplier kamu selalu update dengan informasi terkait ketersediaan barang.

Sistem eliminasi

Untuk kemudahan proses pemasaran produk, pastikan sistem yang dibuat supplier bisa berjalan dengan lancar dan efektif. Setelah mengumpulkan data kriteria supplier, kamu bisa membuat sistem eliminasi sampai menemukan supplier yang cocok dengan kamu.

Baca: Kemendag Awasi Jasa Layanan Cetak Kartu Vaksin Covid19

Tentukan Niche Produk

Setelah dirasa menemukan supplier yang sesuai, cara menjadi dropshipper selanjutnya yaitu kamu harus bisa mengkurasi produk yang akan dijual.

Pada langkah pertama, seharusnya seorang dropshipper sudah memiliki gambaran produk seperti apa yang ingin dijual. Sehingga, pada saat penyortiran kandidat supplier menyisakan supplier dengan produk yang ingin dijual

Selain menentukan produk apa yang ingin dijual, seorang dropshipper juga harus menentukan niche produk. Contoh, kamu bisa memilih niche yang sudah familiar seperti produk kecantikan, alat makan, kaos polos, dan lain sebagainya.

Jika ingin berkembang, kamu perlu fokus dalam menjual satu jenis produk, sehingga toko yang kamu kelola mendapatkan ciri khas dan mudah dikenali calon konsumen.

Bangun Branding Bisnis

Branding merupakan kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan bisnis. Karena kegiatan inilah, yang membuat sebuah bisnis bisa dikenal masyarakat luas. Manfaat lain dari branding adalah keberhasilan dalam menarik minat pelanggan untuk membeli produk kamu.

Alasan di atas memang masuk akal. Bahkan sudah menjadi rahasia umum. Kami akan berikan sedikit logika mengenai pentingnya branding bagi sebuah bisnis.

Misalkan, sebuah marketplace atau toko online yang tidak melakukan branding sama saja dengan bunuh diri. Mengapa? Karena toko seperti itu tidak memiliki keunikan. Yang bermuara pada calon konsumen tidak memiliki alasan kuat untuk belanja di toko tersebut.

Alasan itu pula lah yang membuat bisnis dropship tak melakukan branding, dan hanya berfokus memberikan harga termurah. Sebelum akhirnya gulung tikar karena keuntungan yang didapat tidak sebanding.

Branding ibarat seperti identitas yang unik, dan tidak dimiliki oleh pihak lain. Ketika kamu memiliki branding yang kuat, kamu bisa memanfaatkannya sebagai nilai jual yang menarik. Cara menjadi dropshipper sukses dengan melakukan branding ini juga sangat penting ya.

Baca: Kemendag Blokir Toko Online Jualan Obat

Berikan Nilai Jual yang Khas

Bagi sebagian orang, menjual produk dengan harga murah dipercaya dapat mendatangkan banyak pelanggan. Pemahaman tersebut masih terpatri bagi sebagian orang sampai saat ini.

Pernyataan di atas memang sering menjadi acuan bagi konsumen yang mencari harga termurah. Bahkan, mau tak mau para pengusaha juga bersaing untuk memberikan harga termurah. Dan akhirnya, harga pasar sebuah produk bisa rusak.

Nyatanya, memberikan harga termurah tak lantas membuat bisnis menjadi berkembang. Jika kamu menggunakan teori di atas, itu hanya akan menyulitkan pada masa mendatang.

Sudah menjadi rahasia umum ketika berbisnis, mencari konsumen baru lebih sulit jika dibanding dengan mempertahankan pelanggan lama. Jika dipresentasikan, peluang produk terjual kepada konsumen baru hanya sekitar 5-20 persen saja. Jauh sekali jika dibanding dengan peluang pelanggan lama yang mencapai 60-70 persen.

Dalam dunia dropship, agak sulit untuk memberikan nilai jual produk yang kamu jual. Karena kembali lagi, apapun yang berhubungan dengan produk bukan menjadi urusan kamu secara langsung.

Untuk itu, kamu bisa mengalihkan nilai jual ke poin lainnya. Misal seperti garansi kerusakan, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang ramah, pemberian reward, dan lain sebagainya.

Bangun Website

Banyak orang mengira, membangun website untuk bisnis dropship terlalu berlebihan. Sebab, sebagian orang menganggap membangun sebuah website perlu biaya yang besar. Saat kamu sudah terjun berbisnis, mengapa tak sekalian total dalam menjalaninya?

Bahkan, banyak orang tidak menyadari, bahwa sebuah website bisa menjadi kunci penting dalam perkembangan bisnis online. Segala informasi tentang bisnis kamu, konten promosi, detail produk, dan foto produk bisa dihadirkan disini.

Lebih penting lagi, website bisa dimaksimalkan untuk membangun brand awareness. Untuk membangun brand awareness, jangan desain website bisnismu dengan desain yang generik.

Sekarang, banyak jasa desain website yang bertebaran dengan harga yang cukup terjangkau. Jika kamu tipe orang yang tak mau repot, tersedia juga template desain website gratisan. Dengan catatan, kamu bisa melakukan penataan website yang apik. Jadi membangun website ini juga sebagai langkah cara menjadi dropshipper sukses, ya!

Baca: 14 Daftar Tempat Wisata Semarang yang Sangat Wajib kamu Kunjungi

Gunakan Sistem Otomasi Belanja

Semua orang ketika berbelanja pasti menginginkan yang kemudahan dan kecepatan. Oleh karenanya, kamu perlu membuat sistem otomasi untuk bisnismu.

Zaman semakin modern, sistem otomasi belanja sudah semakin masif digunakan. Apalagi ketika bersangkutan dengan ongkos kirim dan harga. Tak sulit untuk mewujudkannya, kamu hanya perlu menginstal plugin toko online. Dan seketika sistem otomasi belanja sudah terpasang.

Hal penting lainnya yang perlu kamu perhatikan sebagai cara menjadi dropshipper sukses adalah membuat layanan newsletter atau notifikasi email kepada pelanggan.

Gunakan Skema Limited Edition

Jika kamu masih berpikir promosi mengurangi profit bisnismu, kamu tampaknya masih perlu waktu untuk berubah pikiran. Promosi adalah kegiatan paling ampuh untuk menarik minat calon konsumen membeli produk kamu.

Meski tak membutuhkan barang, seringkali konsumen akan membeli dalam jumlah yang besar ketika mendapatkan promo yang menarik. Tanpa melakukan promosi. Dilansir dari artikel Selecycle, sekitar 81 persen calon konsumen hanya akan sekedar melihat tanpa melakukan pembelian.

Dengan sedikit sentuhan magis, kamu bisa dengan mudah membuat promosi. Dengan begitu, kamu bisa berpeluang mendapatkan hasil penjualan yang besar hanya dari satu pembeli.

Manfaatkan Sosial Media

Ibarat jatuh cinta pada pandangan pertama, foto produk kamu menjadi faktor penting dalam menarik minat calon konsumen untuk membeli produk kamu.

Cara menjadi dropshipper dengan melakukan ini penting sekali untuk  kamu selalu aktif dalam mempromosikan produk. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan sosial media sebagai sarana penjualan selain melalui marketplace.

Lalu, bagaimana cara memaksimalkan promosi di sosial media? Kamu bisa menggunakan Instagram, Facebook, atau WhatsApp melalui fitur stories bagi penggunanya.

Penting juga untuk berinteraksi dengan followers di media sosial. Kamu juga bisa memanfaatkan fitur polling untuk meminta pendapat dari followers. Ketika kamu rutin berinteraksi, maka kamu sebagai penjual akan mengetahui bagaimana karakteristik produk yang diinginkan konsumen.

Dari segi modal, sosial media termasuk media promosi yang tak membutuhkan modal tambahan. Meski, ada fasilitas berbayar yang memang disediakan oleh pengembangnya.

Baca: Begini Cara Mengecek Saldo E-Money Bank dan Dompet Digital!

Terapkan Cara Ini di Marketplace!

Bisnis dropship memang terbilang mudah, dengan menggunakan sistem dropship kamu tak perlu memiliki stok produk dan bingung mengurus pengiriman. Tertarik? Berikut adalah cara menjadi dropshipper di marketplace.

Tentukan Produk yang Ingin Dijual

Langkah pertama ketika ingin menjadi dropshipper di marketplace adalah dengan menentukan produk yang ingin kamu jual. Tahapan ini harus dipikirkan secara matang, dan tidak boleh asal mengambil keputusan.

Kamu bisa menggunakan mesin pencarian Google untuk melakukan riset kecil-kecilan tentang produk yang ingin kamu jual. Langkah ini juga berpeluang besar menambah omzet kamu selama menjadi dropshipper.

Kamu bisa membuka laman marketplace, lalu manfaatkan fitur hot list yang akan membantu kamu dalam mencari produk paling laku dalam kurun waktu tertentu.

Satu lagi, ketika mencari produk dropship. Jangan memilih barang musiman. Sebab, produk kamu nantinya hanya akan laku pada waktu-waktu tertentu saja. Jangan lupa juga untuk fokus pada satu produk terlebih dahulu.

Cari Supplier Terpercaya

Jika sudah menentukan produk apa yang akan dijual, langkah selanjutnya kamu harus mencari supplier yang terpercaya. Tentunya, supplier yang memang memiliki produk yang kamu inginkan.

Dalam pencarian supplier terbaik, lebih baik lakukan komparasi harga antara supplier satu dengan lainnya. Ini bertujuan untuk mencari harga, kualitas, dan pelayanan yang terbaik.

Registrasi Akun marketplace

Jika langkah pertama dan kedua sudah selesai, kamu bisa lanjut ke langkah berikutnya dengan registrasi akun di marketplace. Dalam proses ini, kamu hanya perlu mengisi data diri secara lengkap dan benar.

Data diri yang dimasukkan seperti alamat email, nama lengkap, email, dan nomor telepon. Jika sudah, kamu tinggal menunggu aktivasi akun yang akan dikirimkan ke email kamu.

Membuat Toko

Setelah registrasi, kamu bisa membuat toko online di marketplace. Kamu wajib mengisi seluruh kolom persyaratan yang terdiri atas nama toko, slogan, sampai deskripsi produk yang ditawarkan.

Setelah itu, tahapan selanjutnya adalah kamu harus mengatur jasa ekspedisi yang bisa dilakukan supplier. Sebab, proses pengiriman akan diurus sepenuhnya oleh supplier kamu.

Baca: Jangan Berlarut-Larut, Begini 20 Cara Menghilangkan Stres

Keuntungan dan Kekurangan Menjadi Dropshipper

Sebelum menjalankan bisnis dropship, kamu lebih baik mencari tahu keuntungan dan kekurangannya. Dengan begitu kamu akan menjadi seorang dropshipper yang memiliki perencanaan bisnis yang baik. Berikut informasinya.

Cara Menjadi Dropship Dengan Keuntungan Model Bisnis Dropship

Modal Kecil

Keuntungan paling utama ketika menjalani bisnis ini adalah modal yang dibutuhkan terbilang kecil. Para pelaku bisnis dropship tak perlu memiliki modal dalam jumlah besar.

Tanpa adanya modal besar, setiap orang berpeluang besar menjadi pebisnis sukses dengan modal yang kecil sehingga risiko bisnis yang ditanggung lebih kecil.

Operasional Rendah

Karena tidak membutuhkan tempat untuk menyimpan barang, otomatis pebisnis dropship tidak perlu menyewa gudang atau sejenisnya. Dengan begitu, biaya operasional bisa ditekan.

Sudah banyak toko dropship yang maju dengan bermodalkan internet, komputer, bahkan smartphone.

Pengelolaan yang Cukup Mudah

Memiliki sebuah bisnis online, terasa mudah apabila si pemilik tak perlu mengurus produk fisik yang ditawarkan. Dengan model bisnis ini, kamu tak perlu risau dengan beberapa hal seperti berikut:

Sewa biaya gudang

Packing dan pengiriman

Suplai bahan baku

Tempat Fleksibel

Berbeda jika menjalankan toko offline, bisnis dropship bisa kamu jalankan dari mana saja dan kapan saja selama masih ada koneksi internet. Selama dropshipper bisa berkomunikasi dengan pembeli atau pemasok, bisnis ini sudah bisa berjalan dengan lancar.

Baca: Cara Berinvestasi Untuk Pemula, Mudah Tanpa Ribet!

Cara Menjadi Dropshipper Dengan Kekurangan Model Bisnis Dropship

Keuntungan Lebih Rendah

Keuntungan yang didapatkan model bisnis dropship memang terbilang rendah. Rendahnya keuntungan, juga berkorelasi dengan kemudahan yang didapat pelakunya. Dengan biaya yang minim, tentunya persaingan akan semakin ketat.

Perang harga adalah bagian dari model bisnis ini yang mustahil bisa dihindarkan. Berhubung modal yang dibutuhkan kecil, sebagian besar para pelaku sanggup memotong margin keuntungan karena lebih mengutamakan jumlah pesanan.

Ketersediaan barang

Meski sudah memiliki supplier, bukan berarti seorang dropshipper selalu mudah dalam memenuhi ketersediaan barang. Untuk itu, para pelaku dropship harus lebih rajin untuk memantau ketersediaan barang yang ada.

Mempertaruhkan Nama Baik

Ketika pengiriman tidak sesuai dengan keinginan konsumen, orang pertama yang menjadi sasaran komplain adalah dropshipper.

Apalagi, ketika supplier tidak memiliki integritas yang bisa dipertanggungjawabkan. Kalau sudah begitu, nama baik kamu sebagai dropshipper akan menjadi buruk.

Kerumitan dalam Mengurus Pengiriman

Sebagian besar dropshipper menjual produk yang sudah dimiliki beberapa pemasok, hal tersebut nantinya akan menyebabkan proses pengiriman barang menjadi lebih rumit.

Contoh kasus, ketika ada pembeli yang memesan empat jenis barang dan semua barang tersebut ada di supplier yang berbeda. Maka pembeli akan mendapatkan tarif pengiriman yang berbeda untuk empat item tersebut.

Untuk menghindari hal tersebut, tak jarang para dropshipper justru menanggung beban ongkos kirim untuk menjaga kepercayaan kepada pembeli.

Nah itulah beberapa cara menjadi dropshipper dari tim Gema Sulawesi yang bisa kamu manfaatkan. Simak terus ulasan mendalam dari kami, semoga bermanfaat bagi kemajuan usahamu, ya! (*/Fan)

Baca: 14 Daftar Tempat Wisata Semarang yang Sangat Wajib kamu Kunjungi

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.