fbpx

Capai Target Vaksinasi Dengan Cara Berbasis Administrasi Pemerintahan

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (Foto: Humas Setkab/Agung)

Berita Nasional, gemasulawesi- Mencapai target vaksinasi menggunakan cara berbasis administrasi pemerintahan dinilai lebih tinggi tingkat keberhasilannya.

Hal itu diungkapkan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam mendorong kepala daerah untuk melakukan langkah percepatan pencapaian target vaksinasi.

Baca: Tahun Ajaran Baru, Parigi Moutong Berlakukan Metode

“Ada sejumlah daerah yang berhasil dengan menerapkan metode berbasis administrasi pemerintahan sebagai langkah percepatan pencapaian target vaksinasi,” terang Tito dikutip dari laman Sekretariat kabinet RI, Jum’at, 24 Desember 2021.

Ia mengatakan, belajar dari pengalaman daerah lain seperti Jakarta yang telah mencapai angka diatas 100 persen, Provinsi Bali mendekati 100 persen disusul DI Yogyakarta.

Baca: Ini Metode RS Hasan Sadikin Tekan Angka Pasien Covid-19

Lanjut Tito, isu tentang rendahnya cakupan vaksin terkait kondisi geografis dari wilayah kepulauan dinilainya tidak berdasar.

“Buktinya Kepulauan Riau dan beberapa pulau terluar capaian vaksinasinya tinggi. Itu pulau terjauh ya,” ungkapnya.

Baca: Metode Hazton Disosialisasikan Pemda Parigi Moutong

Dikatakannya, saat ini Jakarta melakukan vaksinasi menggunakan sistem berbasis pemerintahan di tingkat Rukun Warga (RW).

Dengan metode itu, saat vaksin tiba langsung dibagikan dengan sarana dan prasarana disetiap RW, dan hasilnya percepatan pencapaian target lebih baik dibanding Provinsi Bali.

“Menggunakan metode itu mengarahkan warga untuk mengikuti vaksinasi lebih mudah.” tuturnya.

Baca: 181 Warga Binaan Lapas se-Sulteng Dapat Remisi Natal 2021

Ada juga acara lain bisa digunakan oleh pemerintah setempat seperti pelaksanaan berbasis pusat vaksinasi pada tempat tertentu yang telah disediakan seperti gelanggang olahraga atau GOR.

“Itu lebih mudah mengumpul wajib vaksin, apalagi jika ada seperti doorprize lebih merangsang minat warga untuk mengikuti vaksinasi,” katanya.

Baca: Imbas Pandemi Corona, Parigi Moutong Rubah Metode Intervensi Stunting

Walaupun kata dia, mungkin dalam pelaksanaannya metode berbasis pusat vaksinasi ada beberapa kendala seperti peserta vaksin Lansia mungkin agak sulit mengikuti dan adanya potensi meningkatkan resiko penularan covid-19.

Selain metode-metode itu ada metode lainnya seperti pendekatan secara mobile dengan menggunakan kendaraan Lab Truck hingga berbasis kapal bagi daerah kepulauan mengunjungi masyakarakat yang akan divaksin.

Ada juga metode yang bisa digunakan seperti menjalankan mobil laboratorium atau penggunaan kapal bagi wilayah antar pulau sehingga vaksinator bisa langsung mendatangi masyarakat yang akan divaksinasi.

“Kalau diperlukan kita langsung kunjungi saja setiap rumah, prioritasnya kepada yang Lansia. Harapannya vaksinasi bisa merata dilakukan,” pungkasnya. (*/fan)

Baca: Bio Farma Kembangkan Alat PCR Metode Kumur Bernama BioSaliva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.