Fadli Zon Menyebut Calling Visa Untuk Israel Adalah Pengkhianatan

waktu baca 2 menit
Tangkap Layar Akun YT Fadli Zon Official.

Berita Jakarta, gemasulawesi- Anggota Komisi I DPR RI politisi asal partai Gerindra, Fadli Zon mengecam keras rencana calling visa untuk Israel masuk ke Indonesia.

Menurutnya, tidak pantas ada negara Imperialis dan kolonialis seperti Israel diterima di Indonesia.

Baca juga: Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi BLT Desa Siniu Parimo

“Konstitusi kita dalam pembukaan UUD 1945 sudah jelas, pada paragraf pertama menyebutkan, Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” tegasnya dalam video berdurasi 4 menit di akun resmi Youtube miliknya Fadli Zon Official.

Baca juga: Fadli Zon: Pemerintah Harus Rangkul Habib Rizieq Shihab

Itu jelas perintah konstitusi kata dia, tidak bisa Indonesia bekerjasama dengan negara penjajah, dalam hal ini termasuk Israel yang telah melakukan penjajah terhadap tanah palestina.

Ia mengatakan, palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia diantara negara negara Arab saat itu.

Baca juga: Aksi Solidaritas Pemuda Malunda Peduli Palestina

“Melalui konferensi Afrika kita juga masih berutang kemerdekaan terhadap negara Palestina yang saat ini secara nyata sedang mengalami penjajahan oleh Israel,” ketusnya.

Setelah 75 tahun kemerdekaan Indonesia dengan komitmen untuk tidak membuka komunikasi dengan negara penjajah termasuk Israel dengan mengejutkan pemerintah Indonesia saat ini tiba tiba ingin membuka fasilitas calling visa untuk Israel.

Baca juga: Bendera Membentang di Teluk Palu Jadi Tontonan Warga

Artinya, Pemerintah kata Fadli Zon, membolehkan warga Israel masuk tentu melalui sebuah prosedur yang disebut sebagai clearing house dari beberapa instansi.

“Mengherankan dan sangat aneh, ditengah hiruk pikuk pandemic covid membuka dan menginjinkan Israel sebagai negara yang bisa masuk ke Indonesia. Padahal kita tidak punya hubungan diplomatik dengan negara penjajah itu,” kritiknya.

Baca juga: MOI Sulteng Kecam ‘Kriminalisasi’ Wartawan Parimo

Ia meminta masalah calling visa bagi Israel harus diusut, pemerintah harus menghentikan atau membatalkan rencana tersebut.

Sehingga tidak akan menimbulkan kegaduhan baru di Indonesia yang penduduknya mayoritas beragama Islam.

“Tentu penduduk yang mayoritas beragama Islam di Indonesia telah berkomitmen dalam mendukung kemerdekaan bagi Palestina. Calling visa itu saya yakin akan mengundang reaksi keras,” tekannya.

Fadli Zon menganggap, Jika calling visa tidak dibatalkan maka itu artinya sebuah bentuk pengkhiatan terhadap politik luar negeri Indonesia yang anti terhadap penjajahan dan kolialisme.

“Ingat kita masih berhutang terhadap Palestina, berhutang kemerdekaan negara Palestina. Kok tiba-tiba pemerintah Indonesia membuka calling visa bagi Israel,” pungkasnya.

Baca juga: Persatuan Wartawan Online Sumbawa Kecam Penetapan Tersangka Gencar Djarot

Laporan: Muhammad Irfan Mursalim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.