2Banner GIF 2021

Cabuli Remaja, Pria di Yogyakarta Terancam 15 Tahun Penjara

Cabuli Remaja, Pria di Yogyakarta Terancam 15 Tahun Penjara
Foto: Illustrasi. Cabuli Remaja, Pria di Yogyakarta Terancam 15 Tahun Penjara.

Gemasulawesi- Seorang pria berinisial NN (30) warga Kota Yogyakarta terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara, karena diduga melakukan pencabulan terhadap remaja berusia 17 tahun.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rony Prasadana, saat ditemui di Mapolres Sleman, Selasa 26 Oktober 2021.

Dia mengatakan, kasus pria cabuli remaja di Yogyakarta itu terjadi, berawal saat korban mengunggah lowongan pekerjaan di media sosial Facebook. Pelaku NN, kemudian mengirim pesan dan menawarkan pekerjaan kepada korban.

Baca juga: Polri Tangkap Pelaku Judi dan Pornografi Berbasis Aplikasi

Saat mengirimkan pesan itu, NN mengaku bernama inisial BG.

“Tersangka menawarkan pekerjaan, diiming-imingi gaji Rp1.800.000 dan disediakan tempat kos,” ujarnya.

Menurut dia, tersangka meminta korban yang merupakan warga Muntilan, Jawa Tengah, untuk berangkat ke Sleman. NN mengajak korban bertemu di salah satu apartemen di daerah Depok, Sleman.

Setelah bertemu, tersangka meminta korban untuk menginap satu malam dahulu sebelum besoknya diantarkan ke rumah kos.

“Korban menuju apartemen disuruh menginap selama satu malam. Besok akan diantar ke kos, dan ke tempat kerja,” ucapnya.

Di kamar itu kata dia, korban tidak sendirian. Di dalam kamar korban bersama dengan NN dan seorang teman tersangka berinisial DS yang juga seorang pria.

Saat itu, korban sudah merasa curiga dan berpura-pura tidur. Ketika korban sedang berpura-pura tidur itulah, pelaku melakukan aksinya.

“Korban terbangun dan kaget karena tangan kanan tersangka memegang alat kelamin, mencium leher, dan posisi badan tersangka berada di atas korban,” tegasnya.

Korban lantas bernisiatif menghubungi kakaknya. Korban meminta kakaknya agar menjemputnya di apartemen. Saat pelaku bersama temannya keluar mencari makan, ia berpura-pura sakit perut.

Tujuannya untuk mengulur waktu sampai kakaknya datang. Kemudian, korban pun diantar ke toilet di kamar apartemen.

“Kakak korban datang, menanyai pelaku dan temannya. Diamankan menuju pos satpam lalu ke Polres Sleman dan kita lakukan penyidikan,” tuturnya.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sleman Iptu Yunanto Kukuh menambahkan, untuk DS saat ini statusnya masih sebagai saksi.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa pelumas, kondom, beberapa pakaian, dan ponsel pelaku.

“Masih dalam tahap penyelidikan DS ini merupakan pacar dari pelaku. Intinya kalau misalkan ada TKP lain kita masih lakukan penyelidikan,” tutupnya. (***)

Baca juga: Polisi Tangkap Kakak Beradik Pembuat Miras di Toili, Banggai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post