Cabai Tembus Ratusan Ribu Per Kilo, Pengusaha Kuliner Gorontalo Mengeluh

Cabai Tembus Ratusan Ribu Per Kilo, Pengusaha Kuliner Gorontalo Mengeluh
Illustrasi pedagang cabai

Gorontalo, gemasulawesi.com Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional tembus Rp 119-120 ribu per kilogram. Pengusaha kuliner di Kota Gorontalo mengeluhkan harga yang meroket.

Kenaikan harga cabai rawit berimbas kepada para pedagang di sejumlah rumah makan. Yanti Otane, pengusaha kuliner di Gorontalo mengaku, kenaikan harga cabai rawit membuat mereka tidak dapat untung.

Read More

“Mahalnya harga cabai akibatkan pendapatan kami berkurang. Bahkan kalau makanan tidak laku kami sangat merugi,” ungkapnya dikutip dari liputan6, Kamis, 24 Oktober 2019.

Ia berharap, kenaikan ini tidak sampai berlarut-larut. Alasannya, akan berdampak pada seluruh rumah makan yang ada di Gorontalo. Padahal, pengusaha kuliner masih bisa meraup untung dengan harga cabai sebelumnya berada dikisaran 40 ribu Rupiah.

Baca juga: Zonasi RTRW Parigi Moutong, Jadi Syarat Pemberian Izin Pembangunan

Seluruh rumah makan di Gorontalo lanjut dia, merasakan kenaikan harga cabai. Jangan sampai kenaikan harga sampai berlarut-larut. Dampaknya kemudian bisa akibatkan rumah makan akan tutup.

Sementara itu, Hamim salah satu pedagang di Pasar Liluwo, Kecamatan Kota Tengah Gorontalo mengatakan, kenaikan harga mulai terjadi pada bulan September. Penyebabnya adalah kurangnya pasokan cabai rawit dari petani.

“Karena kemarin musim kemarau, jadi banyak petani cabai gagal panen. Sehingga harganya naik,” kata Hamim.

Ia menuturkan, kalau tidak dijual dengan harga mahal, kami tidak dapat untung. Sementara harga pasokan mencapai Rp100 ribu per kilogram dan sebagian cabai diambil dari luar daerah.

Baca juga: Ini Target Penerimaan Zakat Sulawesi Barat Tahun 2019

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang di situs resminya juga mencatat kenaikan harga cabai di Gorontalo.

Menurut informasi tersebut, harga cabai rawit hijau dan harga cabai rawit merah di Gorontalo mengalami kenaikan yang sama. Yakni 10,09 persen atau Rp10.850, dengan nilai pasaran mencapai Rp 118.350 per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan di Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, Sujono Sait Antule mengatakan, naiknya harga cabai di beberapa pasar tradisional yang ada di Gorontalo diakibatkan pasokan dan permintaan.

“Beberapa daerah yang menjadi sentra produksi cabai rawit, seperti di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato, yang biasa memasok di pasar Kota Gorontalo, saat ini mengalami kelangkaan. Pasokan kurang dan permintaan masih terbilang tinggi. Maka harga dipasaran naik,” jelasnya.

Ia mengatakan, untuk menanggulangi permintaan komoditi cabai rawit dari warga di Gorontalo, pihaknya meminta kepada distributor di beberapa daerah agar tetap berupaya memasok cabai rawit, meski bukan dalam ukuran lokal. Seperti cabai kapas yang tingkat pedasnya di bawah cabai lokal.

“Dengan langkah itu, masyarakat masih punya pilihan dalam memenuhi kebutuhan cabai. Mungkin bisa diprediksikan pada beberapa bulan kedepan akan ada perubahan harga pada komoditi cabai rawit,” tutupnya.

Baca juga: Rekrutmen CPNS 2019, Mamuju Dapat Kuota Delapan Formasi Guru

Sumber: liputan 6

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment