Buruk Pelayanan RS Pratama Moutong, DPRD Hearing Dinkes

0
73
Ilustrasi
SHARE

Buruk Pelayanan Rumah Sakit (RS) Pratama, DPRD Parimo Dinas Kesehatan (Dinkes) Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Propinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Parimo, gemasulawesi.com- Hal tersebut terungkap dalam Rapat Hearing DPRD Parimo dengan Dinkes Parimo di ruang rapat kantor DPRD Parimo, Senin, 11 Maret 2019.

Warga Kecamatan Moutong yang berobat ke RS Pratama Parimo mengeluhkan tentang kebersihan dan pelayanan Rumah Sakit yang dibawah standar.

“Seksi kebersihan Rumah Sakit sangat buruk kinerjanya. Demikian pula bagian laundry rumah sakit yang sudah tidak berfungsi,” kata Ismail Panti yang merangkum pendapat dari Anggota Legislatif (Anleg) lainnya.

Sebaiknya kata dia, Dinkes Parimo mereview kembali perekrutan tenaga honorer agar melihat aspek kualitas yang dimiliki masing-masing calon tenaga kesehatan.

Senada Anleg DPRD Parimo Sumitro mengatakan, pihaknya juga menerima aduan dari pendaftar tenaga honorer Dinkes Parimo. Dinkes Parimo dinilai mengabaikan anak daerah dengan lebih mengutamakan menerima honorer asal luar Parimo.

Sementara itu Pejabat Sementara (Pjs) Direktur RS Pratama Parimo Revi Tilaar membantah hal tersebut, lucunya walaupun membantah Revi tilaar sendiri tidak mampu membuktikan bantahannya.

“Kami menerapkan beberapa variasi standar ujian kelulusan dari penyaringan tenaga honorer kesehatan beberapa waktu lalu, untuk lebih jelasnya nanti pihak kami mengecek dulu kebenaran informasi ini,” jelas Revi Tilaar dalam rapat hearing.

Dari 140 orang pendaftar kata dia, yang sudah dinyatakan lulus sebanyak 117 orang, yang dimana hanya terdapat sepuluh orang saja yang berasal dari luar daerah Kabupaten Parimo. Itupun kata dia, untuk tenaga dengan keahlian khusus yang belum dimiliki oleh honorer di Kabupaten Parimo.

Ia melanjutkan, pihaknya telah beberapa kali menurunkan standar kelulusan ujian mengingat pendaftar tidak banyak lulus ujian berdasarkan standar awal. Sementara konsekwensi menurunkan standar kelulusan ujian akan berdampak pada rendahnya kualitas tenaga kesehatan di RS Pratama Parimo.

“Ada dua jenis ujian yang kami terapkan yaitu ujian tertulis sebanyak 60 persen dan ujian wawancara sebanyak 40 persen dari total ujian,” tutupnya.

Laporan: Muhammad Rafii


SHARE

Tinggalkan Balasan