Buruh Ancam Mogok Kerja Jika Tetap Lanjutkan Revisi UU Cipta Kerja

waktu baca 2 menit

Hukum, gemasulawesi – Buruh ancam mogok kerja jika Pemerintah dan DPR tetap coba untuk melanjutkan revisi UU Cipta Kerja. Terkait hal itu, Partai Buruh meminta agar Pemerintah dan DPR tidak menyetujui pengesahan revisi UU 12/2011 tentang Peraturan Perundang-undangan (PPP).

Hal tersebut diungkapkan oleh Said Iqbal Presiden Partai Buruh saat menggelar aksi buruh dan ancam buruh mogok kerja apabila revisi UU Cipta Kerja tetap dilanjutkan di depan Gedung DPR, Jakarta, Sabtu 14 Mei 2022.

“Revisi UU PPP adalah pintu masuk bagi Omnibus Law. Keberadaan Omnibus Law UU Cipta Kerja aalah tujuan utama Partai Buruh dan gerakan buruh dalam melakukan aksi,” ucap Said Iqbal kepada jurnalis Sabtu 14 Mei 2022.

Said mengatakan, jika pemerintah dan DPR akan coba untuk tetap mengesahkan revisi UU PPP dan melanjutkan revisi terhadap UU Cipta Kerja, Partai Buruh akan mengorganisir 5 juta buruh untuk menggelar mogok massal selama tiga hari tiga malam.

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa UU Cipta Kerja memiliki kekurangan hukum dalam penyusunannya di November 21 Mahkamah Konstitusi mengatakan undang-undang itu inkonstitusional bersyarat dan akan menjadi inkonstitusional secara permanen jika tidak direvisi dalam waktu dua tahun atau pada November 2023.

Sementara itu, aksi unjuk rasa buruh yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day. Selain menolak undang-undang penciptaan lapangan kerja, Partai Buruh dan Gerakan Buruh Indonesia mengajukan 17 tuntutan, termasuk meminta pemerintah menurunkan harga bahan baku, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan gas.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ikut hadir saat unjuk rasa di SUGBK. Sigit Prabowo mengapresiasi dan menghargai atas perjuangan buruh melawan pandemi Covid-19.

“Peranan buruh yang menjadi faktor utama untuk menjamin keberhasilan investasi di dalam negeri. Saat Indonesia sedang bergerak dari negara konsumen ke konsumen, sehingga
mereka terus berinvestasi dan coba menciptakan lapangan kerja baru” ucap Jenderal Listyo Sigit prabowo.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto juga mengunjungi aksi unjuk rasa di luar kompleks gedung DPR.

Baca: Ustadz Abdul Somad Unggah Foto Dan Video Ditahan Imigrasi Singapura

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran juga ikut mengapresiasi pelaksanaan May Day secara tertib. Pangdam Untung juga menyampaikan apresiasinya atas perjuangan buruh.

“Mudah-mudahan apa yang diharapkan Bapak-bapak dan Ibu-ibu, disampaikan kepada pihak instansi/lembaga yang berwenang” ucap Untung kepada kerumunan pekerja dari mobil komando. (*)

Baca: Bupati Sigi Mohamad Irwan Akan Tingkatkan Daya Saing Potensi Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.