Bupati Toli-toli, M Saleh Bantilan Minta Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola Tutup Total Perbatasan

  • Whatsapp
Bupati Toli-toli, M Saleh Bantilan meminta Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola Tutup Total Perbatasan
ilustrasi/kronologi.id

Toli Toli, gemasulawesi.com- Peduli keselamatan warganya Bupati Toli-toli, M Saleh Bantilan meminta Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola untuk menutup total seluruh perbatasan. Ia mengaku, siap diberhentikan atau dipecat demi kepentingan warga toli toli jika konsekwensi karantina wilayah secara total dianggap melanggar.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Toli-toli M Saleh Bantilan dalam video rapat telekonferensi dengan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola.

Bacaan Lainnya

Bupati Toli-toli bersikukuh untuk tetap memberlakukan karantina wilayah bahkan kalua perlu tutup secara total selama 14 hari.

“Saya setuju dengan saran menutup pada jam-jam tertentu. Tetapi saya lebih setuju lagi jika ditutup total. Karena Makassar telah banyak yang positif. Jangan sampai eksodus terjadi ke wilayah Sulawesi tengah,” tegasnya.

Namun demikian, walaupun dilakukan penutupan total, ada pengecualian bagi kendaraan muatan sembako, LPG dan ambulance dengan ketentuan melalui pemeriksaan ketat oleh tim kesehatan yang ditunjuk.

Menurutnya, langkah preventif itu penting untuk dilakukan mengantisipasi penularan virus corona yang sangat cepat.

“Jangan setelah banyak yang positif baru mengambil tindakan. Itu hal yang sia sia. Tidak ada cara lain. Karena virus ini penyebarannya lewat orang, bukan melalui udara,” ungkapnya.

Ia juga memohon maaf kepada Presiden, Gubernur adan Aparat penegak hukum. Ia mengatakan, tidak ada niat untuk membantah atau melawan kebijakan pemerintah provinsi maupun pusat.

Langkah karantina wilayah secara total dipilihnya karena keinginannya untuk menjaga keselamatan warganya.

“Demi kepentingan warga Toli-toli, Tidak ada cara selain menutup total, titik!” kukuhnya.

Bupati Toli toli, M Saleh Bantilan juga meminta kepada seluruh bupati di Sulawesi Tengah untuk mengikuti langkahnya dengan menutup semua akses keluar masuk di perbatasan.

Ia menjamin, aktifitas warga toli toli tetap seperti biasa selama masa karantina wilayah diberlakukan.

“Yang ingin turun melaut, berkebun atau berjualan di pasar disilahkan. Dengan ketentuan tetap memberlakukan himbauan social distancing dan tidak berkumpul,” tuturnya.

Ia menegaskan, bagi ODP Toli-toli yang bandel tidak mengindahkan isolasi mandiri akan dikenakan sanksi hukum.

Baca Juga: Update virus corona Sulawesi Tengah 31 Maret 2020, Ketambahan 11 ODP

Laporan: Muhammad Irfan Mursalim

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.