Bupati Parigi Moutong Cs Tidak Bisa Hadirkan Saksi Bantahan

Sidang Hantje Yohanis vs Bupati Parigi Moutong Lanjut Agenda Kesimpulan

Bupati Parigi Moutong Cs Tidak Bisa Hadirkan Saksi Bantahan
Sidang Hantje Yohanis versus Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu

Parigi moutong, gemasulawesi.com Lanjutan sidang pengusaha Hantje Yohanis versus Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu, tergugat beserta turut tergugat tidak bisa menghadirkan saksi bantahan.

“Pada lanjutan sidang dengan agenda pengajuan saksi dari tergugat beserta turut tergugat, pihak kuasa hukumnya tidak bisa menghadirkan saksi,” ungkap Kuasa Hukum Penggugat Hantje Yohanis, Hartono Taharudin usai sidang, Selasa, 14 Januari 2020.

Ia melanjutkan, pada sidang yang dilaksanakan Desember 2019 silam, pihak tergugat dan turut tergugat, terlebih dahulu sudah menyerahkan satu alat bukti kepada hakim persidangan. Buktinya berupa SK Tim Pemenangan Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu yaitu SABAR jilid II.

Sedangkan, untuk agenda sidang minggu depan sudah masuk pada agenda kesimpulan. Praktisnya, tinggal dua kali sidang lagi untuk perkara sidang Hantje versus Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu. Setelah sidang agenda kesimpulan berikutnya adalah sidang pembacaan putusan.

“Pada agenda sidang ini untuk menghadirkan saksi. Jadi, mereka tidak akan menghadirkan saksi lagi kedepannya,” jelasnya.

Sebelumnya, sidang untuk menghadirkan saksi bantahan dari tergugat dan turut tergugat beberapa kali tertunda. Nampaknya, pihak Samsurizal Tombolotutu Cs terlihat susah untuk membantah bukti dan saksi yang dihadirkan kuasa hukum Hantje Yohanis.

Terungkap kesaksian dalam lanjutan sidang perseteruan pengusaha Hantje Yohanis versus Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu, Nico Rantung cs meminta dana untuk membayar partai.

Mengejutkan, permintaan dana kepada pengusaha terkenal di Sulawesi Tengah itu tidaklah sedikit. Jumlahnya mencapai angka miliaran Rupiah. Dari penuturan seorang saksi yang dihadirkan kuasa hukum Hantje, angka sekitar empat Miliar Rupiah menjadi fakta persidangan.

Lukman saksi dari pihak Hantje Yohanis dengan lugas menerangkan rangkaian kejadian yang disaksikan secara langsung pada tahun 2017 silam.

“Pertemuan pertama antara Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu dan Hantje Yohanis yang disaksikan Lukman. Yaitu pertemuan di Rumah Makan Ikan Mas Kabupaten Sigi Biromaru. Pertemuan dilaksanakan pada bulan Agustus 2017,” ungkapnya dalam sidang.

Menurutnya, pertemuan itu awal dari rangkaian sebelum Nico cs meminta dana kepada Hantje. Terlihat dalam pertemuan itu, ada beberapa sosok yang dikenali menghadiri pertemuan. Antara lain, Yanto, Arifin Amat, Nico Rantung dan lainnya.

Pertemuan kedua pun kembali dilaksanakan. Saat itu pertemuan dilaksanakan di warung kopi depan SMA Negeri Satu Palu. Pengusaha Hantje Yohanis dan Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu kembali bertemu.

“Nico Rantung yang mengatakan kepada Hantje terkait kebutuhan dana untuk bayaran partai politik. Nico mencoba meyakinkan Hantje, kebutuhan dana itu sifatnya mendesak,” katanya.

Kebutuhan dananya cukup banyak, sekitar empat Miliar Rupiah. Apalagi katanya untuk membayar partai agar dapat ikut kontestasi Pilkada tahun 2017. Menariknya, Nico Rantung mau pasang badan atau tameng jika dana miliaran Rupiah itu tidak sampai segera dibayarkan kembali.

Sementara, pihak kuasa hukum Samsurizal Tombolotutu, Ariestal menyatakan transferan sejumlah dana dari Hantje Yohanis kepada beberapa orang itu yang juga menjadi turut tergugat hanya bersifat sumbangan belaka.

Baca juga: Bappelitbangda Asistensi Anggaran Program Stunting Parigi Moutong

Laporan: Muhammad Rafii

Iklan

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here