Bupati Mukomuko Minta Kominfo Blokir Game Online

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi Game Online.

Berita nasional, gemasulawesi– Bupati Mukomuko, Bengkulu, Sapuan melalui suratnya meminta Kominfo blokir game online di wilayahnya.

“Game online ini telah meracuni banyak kalangan, termasuk anak-anak usia sekolah,” ungkap Kepala Komunikasi dan Informatika Mukomuko Bustari Maller, Selasa 22 Juni 2021.

Dalam isi surat Bupati Mukomuko bernomor 555/222/D.8/VI/2021, menyebut banyaknya keluhan warga terhadap game online di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

Baca juga: APBD Parigi Moutong Terindikasi Berkurang 50 Persen Akibat Corona

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah: Validasi Data Penerima Bantuan Stimulan

Baca juga: Parigi Moutong Tuntaskan Verifikasi Klaim Bansos Masyarakat Prasejahtera

Berikut hal disampaikan dalam isi surat itu.

  1. Game online antara lain game PUBG, game Free Fire, game Mobile Legends dan game Higgs Domino serta sejenisnya yang apilikasinya disediakan lewat smartphone maupun PC lainnya.
  2. Dampak negatif dari game online begitu besar, baik sisi perkembangan anak, kesehatan maupun pendidikan. Mereka telah menjadi pecandu game online semestinya segera mendapat perhatian serius dari pemerintah
  3. Dari sisi kesehatan anak yang kecanduan game online akan mengalami gangguan penglihatan, obesitas hingga sindrom quervain.
  4. Dari sisi psikologis, anak lebih individual dan menjadi egois tidak cukup hanya mengandalkan peran orang tua saja, perhatian pemerintah melalui Kemenkominfo dimohon dapat memblokir semua aplikasi game online itu.

Baca juga: Total Frag Zone, Tim Esport Kota Palu Sarat Prestasi

Baca juga: 225 Guru di Parigi Moutong Suntik Vaksin Covid 19

Bustari melanjutkan, permintaan blokir game online itu diajukan setelah banyaknya keluhan masyarakat.

Pemkab Mukomuko melarang semua ASN bermain game online saat jam kerja. Dan jika ketahuan akan diberikan sanksi.

Baca juga: Masih Berutang, Satgas Blokir Rekening Obligor dan Kreditur BLBI

Baca juga: DPR RI Duga Pengadaan Sapi Program 1000 Desa Sapi Bermasalah

“Akan ada sanksi bagi ASN yang kedapatan bermain game online saat jam kerja sesuai dengan aturan,” jelasnya.

Pihaknya berharap, surat yang dilayangkan dapat segera direspon Kementerian Kominfo. (***)

Baca juga: Remaja Aniaya Rekannya Akibat Game Online di Luwuk

Baca juga: Parigi Moutong Tuntaskan Verifikasi Klaim Bansos Masyarakat Prasejahtera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.