Bupati Morowali Utara Dorong Percepatan RDTR Kota Kolonodale

waktu baca 2 menit
Foto Istimewa

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Bupati Morowali Utara dr Delis Julkarson Hehi, terus dorong percepatan penyelesaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Kolonodale, yang ditetapkan sebagai ibu kota Kabupaten Morowali Utara.

Dr Delis, Kamis 21 Juli 2022 mengatakan, saat ini banyak pihak yang mempertanyakan mengapa pembangunan di Kota Kolonodale tidak segera dilakukan. Saya terus menekankan bahwa saya tidak akan membangun Kota Kolonodale sepotong-sepotong. Kota ini harus dirancang dengan matang untuk kepentingan jangka panjang.

Ia menjelaskan, jika ingin dorong percepatan pembangunan Kota Kolonodale dengan baik, tidak hanya bisa memperbaiki sarana dan prasarana saja tanpa menyelesaikan masalah seperti air tersumbat, jalan yang berlubang dan lain-lain, dalam RDTR yang telah disusun, semua ini diatur sedemikian rupa sehingga masalah yang ada dapat diatasi.

Untuk itu, sejak awal ia telah menasihati dan bekerja sama dengan perguruan tinggi, khususnya dengan pakar antariksa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Hasanuddin Makassar.

Baca: Tiga Warga Gowa Tewas Saat Bersihkan Sumur Tua

“Tujuannya agar para profesional yang berpengalaman di bidang tata kota dapat membantu perancangan tiga dimensi, master plan dan zonasi di RDTR Kota Kolonodale untuk kepentingan jangka panjang,” katanya.

dr. Delis menjelaskan, setelah tim ahli merampungkan desain kota Kolonodale dalam RDTR, akan terlihat jelas sebaran fungsi dan pemanfaatan masing-masing kawasan, seperti letak ruang publik, letak perkantoran, pertokoan, dan lain-lain.

Menurutnya, hal ini juga akan memudahkan penentuan alokasi anggaran pembangunan di setiap wilayah Kota Kolonodale, seperti pembangunan yang daerahnya dapat dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), APBD Kabupaten, dari APBD Provinsi , atau yang dapat dibiayai oleh sektor swasta.

Ia menguraikan langkah-langkah dalam penyusunan RDTR Kota Kolonodale dan Kabupaten Morowali Utara secara keseluruhan.

Dijelaskannya, RDTR merupakan rencana secara terperinci tata ruang kabupaten atau kota yang dilengkapi dengan peraturan zonasi kabupaten atau kota.

Penyusunan dari RDTR meliputi daerah yang karakteristik perkotaan, pedesaan dan kawasan wilayah kabupaten atau kota.

Pada tahap awal, tim ahli mengumpulkan data sekunder, seperti data wilayah administrasi, informasi kependudukan, data dan informasi pertahanan, data bencana dan data penting lainnya. (*/ikh)

Baca: Anggota Geng Motor Serang Ponpes di Makassar Dibekuk Polisi

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.