Bupati Aceh Timur Studi Banding Tambak Udang ke Parigi Moutong

Bupati Aceh Timur Studi Banding Tambak Udang ke Parigi Moutong
Foto: Kunjungan Bupati Aceh Timur dan Mantan Dirjen Kementrian Kelautan dan Perikanan ke Parigi Moutong.
Jangan Lupa Share

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Bupati Aceh Timur studi banding tambak udang ke Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Bupati Aceh Timur untuk melihat secara langsung model Shrimp Estate yang sedang dibangun diatas lahan 250 Hektar di Desa Sejoli,” ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Mohamad Nasir, Selasa 29 Juni 2021.

Bupati Aceh Timur, Rocky rencananya membuat program pembangunan tambak Shrimp Estate dengan luas lahan 10 ribu hektar di daerahnya.

Sehingga, ia mengambil contoh atau melakukan studi banding tambak udang di Sejoli Parigi Moutong.

Baca juga: Langgar Jam Operasional, Pemkot Palu Denda Pelaku Usaha Rp 2 Juta

Selain Bupati Aceh Timur, mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Subiakto juga berkunjung ke Parigi Moutong.

Mulai dari 29-30 Juni 2021, Bupati Aceh Timur dan mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan akan melakukan serangkaian kegiatan.

Slamet Subiakto berkunjung dalam rangka penebaran benur udang perdana di tambak udang PT Parigi Aquakultura Prima Site Sejoli.

Baca juga: Enam Wilayah Masuk Peta Rawan Banjir di Parigi Moutong

Terkait perikanan di Parigi Moutong, Badan Riset Sumber Daya Manusia (BRSDM KP), Kementerian Kelautan dan Perikanan dorong Pemda mengembangkan sentra perikanan baru melalui perusahaan tambak.

“Pengembangan sentra perikanan baru, karena itu suatu hal jarang dilakukan daerah lain. Apalagi bisa menggandeng pertama kali perusahaan tambak milik pengusaha tambak Bakri Baramuli yang ada di Mosing,” Kepala BRSDM KP, Sjarief Widjaja saat peninjauan kelas rintisan Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Parigi Moutong.

Baca juga: BPBD Petakan Masalah dan Solusi Daerah Rawan Banjir Parigi Moutong

Agar sentra perikanan baru lebih berhasil, maka harus membutuhkan sumber daya manusia handal dengan hadirnya Komunitas Akademi Kelautan dan Perikanan yang saat ini terus berjalan.

Sekolah Politeknik KP pertama kali didirikan pada tahun 1960, dan alumninya sudah banyak tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan, ada yang sudah menjadi Direktur Jendral (Dirjen) di KKP RI.

Baca juga: Bupati Lantik Pejabat Eselon III Parigi Moutong, Ini Nama-Namanya

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post