2Banner GIF 2021

Buol Jadi Sentra Pengembangan Peternakan Sapi di Sulawesi Tengah

Buol Jadi Sentra Pengembangan Peternakan Sapi di Sulawesi Tengah
Foto: Pertemuan Gubernur Sulawesi Tengah dan Bupati Buol. Buol Jadi Sentra Pengembangan Peternakan Sapi di Sulawesi Tengah.

GemasulawesiPemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memberikan bantuan 1100 ekor sapi untuk mendukung Kabupaten Buol menjadi sentra pengembangan peternakan Sapi.

“Saya setuju, saya akan buatkan keputusanya apakah dalam bentuk Pergub atau di tambahkan dalam poin RPJMD, Buol sebagai sentra pengembangan peternakan sapi di Sulteng,” ungkap Gubernur, saat kunjungan Bupati Buol, Selasa 18 Oktober 2021.

Menurut dia, selama ini Kabupaten Buol memang terus konsisten dengan program pemberdayaan berbasis pertanian dan peternakan.

Baca juga: Ombudsman Sarankan Pemerintah Perhatikan Progres Vaksinasi

Oleh sebab itu, dirinya sangat mendukung penawaran pemerintah setempat untuk menjadikan Buol sebagai sentra pengembangan peternakan sapi di Sulawesi Tengah.

Pihaknya pun menginstruksikan kepada Dinas Perkebunan dan Peternakan mengalokasikan anggaran bantuan Sapi sejumlah 1100 ekor di tahun 2022 untuk mendukungan rencana itu.

“Anggaran Rp100 miliar per kabupaten juga sangat terbuka untuk mendukung program pemberdayaan seperti di Buol,” kata dia.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Faisal Lahaja berjanji akan mengawal dan memastikan alokasi anggaran pada penempatan APBD Sulawesi Tengah di 2022.

“Kami akan kawal, asal segera dinas terkait masukan proposalnya ke KUA PPAS APBD 2022, maka saya dan kawan-kawan di Badan Anggaran (Banggar) akan memastikan hal itu” ujarnya.

Bupati Buol, Amirudin Rauf mengatakan, satu-satunya kabupaten di Sulteng dengan bangunan infrastruktur peternakan Sapi hanya ada di Buol. 

Di tempat itu, tidak saja di fungsikan untuk peternakan Sapi.  Namun banyak rekayasa dan inovasi tekhnologi yang di kembangkan. Misalnya, program Inseminasi Buatan/Kawin Silang (IB), Pengolahan Biogas, Pengolahan Pupuk Organik, dan Manajemen pemeliharaan pakan ternak.

“Jadi alasan untuk menjadikan Buol sebagai sentra pengembangan peternakan Sapi di Sulteng, tidak saja tentang populasi, akan tetapi juga terkait pengembangan Teknologi Peternakan,” jelasnya. 

Pihaknya kata dia, baru saja berkunjung ke BET Cipelang, Balai Embrio Ternak yang telah sukses mengembangkan praktek transfer embrio berbagai sapi unggul manca negara dan domestik. Bahkan, sukses dalam memproduksi embrio ke berbagai daerah. 

Hasil Kunjungan itu, melahirkan kesepakatan antara BET Cipelang dan pemerintah Buol, berupa kerjasama di bidang teknologi peternakan, dengan mengirim tenaga peternakan untuk belajar.

Efek domino ekonomi lainya adalah, karena Sulawesi Tengah sedang memproyeksikan tambak Udang Vaname, hal itu akan sangat membantu dengan dibangunnya tekhnologi pembuatan pupuk organik dan biogas di Mini Ranch. 

“Kebutuhan Untuk setiap hektar tambak adalah dua ton pupuk, semoga dengan sedang di kembangkan pengolahan pupuk organik berbasis kotoran ternak, akan sangat membantu program Gubernur di bidang perikanan tambak ini,” pungkasnya. (***)

Baca juga: Kementrian Dorong Parigi Moutong Kembangkan Sentra Perikanan Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post