Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Buntut Perkara ASABRI, Perusahaan Panama Gugat Kejagung

Buntut Perkara ASABRI, Perusahaan Panama Gugat Kejagung
Foto: Illustrasi Kejagung.

Gemasulawesi– Buntut perkara ASABRI, perusahaan Panama gugat Kejagung ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Shining Shipping SA merupakan perusahaan Panama gugat Kejagung. Shining tidak terima terkait penyitaan 51 persen saham PT Trada Alam Minera Tbk pada PT Hanochem Shipping, buntut perkara ASABRI.

Buntut perkara ASABRI jadikan Komisaris Utama (Komut) PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat, menjadi terdakwa. Sehingga, penyitaan saham dilakukan.

Baca juga: Kejagung Sebut Pengelolaan Dana Investasi PT Asabri Tidak Profesional

Perusahaan Panama gugat Kejagung melalui kuasa hukumnya, Fauzi Jurnalis dari Jurnalis & Ponto Law Firm, memberikan penjelasan mengenai gugatan buntut perkara ASABRI itu.

Tindakan Kejagung telah merugikan kepentingan Shining Shipping S.A. selaku kreditur menjalankan usaha dengan iktikad baik. Karena dilakukan tanpa mengindahkan prinsip ketelitian dan mengabaikan hak-hak Klien dijamin Hukum Negara Indonesia.

Baca juga: Buntut Masalah Batas Wilayah, Warga Tutup Jalan Sulteng-Gorontalo

Tuntutan Shining Shipping S.A perusahaan Panama gugat Kejagung, sebagai berikut:

Baca juga: Satu Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Asabri Kembalikan Uang

  1. Alasan mengajukan gugatan Tata Usaha Negara melawan Kejaksaan Agung disebabkan Kejaksaan Agung tidak pernah membalas secara formal serangkaian surat keberatan dan penjelasan diajukan Klien kepada Kejaksaan Agung sehubungan dengan kedudukan Klien selaku Kreditur sekaligus pemegang jaminan yang sah terhadap objek-objek disita.
  2. Klien bernama Shining Shipping S.A. (selaku Penggugat pada Perkara Tata Usaha Negara No. 199/G/2921/PTUN-JKT tanggal 20 Agustus 2021) adalah perusahaan yang bergerak di bidang pendanaan perkapalan berkedudukan di Panama serta merupakan kreditur sah dari PT Hanochem Shipping berdasarkan perjanjian pinjaman yang dibuat sejak 2012.

Selanjutnya perlu dijelaskan, pemegang saham dalam PT Hanochem Shipping adalah PT Trada Alam Minera Tbk selaku pemegang 51 persen saham dan Mitsui O.S.K. Lines, Ltd (perusahaan asing berkedudukan di Jepang) selaku pemegang 49 persen saham.

Baca juga: Vonis Bebas, Satu Orang Terdakwa Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

  1. Terkait fasilitas pinjaman yang diberikan kepada PT Hanochem Shipping, maka berdasarkan Hukum Keperdataan Indonesia, pinjaman tersebut telah diberikan jaminan berupa Kapal yang bernama LNG Aquarius milik PT Hanochem Shipping dan 51% saham PT Trada Alam Minera Tbk pada PT Hanochem Shipping, sebagaimana dimuat pada Akta Hipotek Pertama yang diterbitkan Kementerian Perhubungan dan Akta Notaril Perjanjian Gadai Saham.
  2. Dengan adanya proses penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana dan investasi pada PT Asabri (persero) yang melibatkan sdr Heru Hidayat sebagai tersangka, kemudian Kejaksaan Agung telah melakukan penyitaan terhadap objek – objek yang sudah diikat sempurna sebagai jaminan pembayaran hutang kepada Shining Shipping S.A, yakni Kapal LNG Aquarius dan Gadai 51 persen Saham milik PT Trada Alam Minera Tbk pada PT Hanochem Shipping.
  3. Klien sangat berkeberatan dengan tindakan penyitaan dilakukan Kejaksaan Agung terhadap objek-objek sudah diikat sebagai jaminan pembayaran hutang kepada Shining Shipping S.A. (**)

Baca juga: Tujuh Gugatan Sengketa Pilkades Parigi Moutong Ditolak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post