Buntut Masalah Batas Wilayah, Warga Tutup Jalan Sulteng-Gorontalo

Buntut Masalah Batas Wilayah, Warga Tutup Jalan Sulawesi Tengah-Gorontalo
Blokade jalan penghubung Sulteng-Gorontalo (Foto: Ist)

Parimo, gemasulawesi.comBuntut masalah batas wilayah antara Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Provinsi Gorontalo, berujung pada penutupan akses jalan penghubung kedua daerah.

Permasalahan batas wilayah antara Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah, hingga kini masih dibahas di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Berlarutnya masalah itu, mengakibatkan warga Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara memblokade jalan.

Read More

“Warga memblokade jalan karena mereka merasa kesal pada masalah batas wilayah antara Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah dan Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo belum tuntas,” ungkap Camat Tolinggula, Rizal Kune, dikutip dari lintasgorontalo, Minggu, 13 Oktober 2019.

Baca juga: Jaksa Agung Lantik Tujuh Kajati Serta Sebelas Pejabat Eselon II

Ia melanjutkan, warga sementara ini memasang portal dari bambu di jembatan Otabiu penghubung Kabupaten Gorontalo Utara dan Kabupaten Buol.

Pihaknya kata dia, sudah menemui warga dan berupaya melakukan negosiasi. Namun, usahanya belum berhasil. Selanjutnya, pihaknya mengkoordinasikan ke Pemda Gorut dan unsur Forkopimda lainnya.

“Upaya yang saya lakukan sekarang hanya bisa mengimbau agar warga tidak melakukan tindakan anarkis,” katanya.

Sementara Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu mengatakan bahwa masalah batas wilayah adalah masalah nasional dan sementara ditangani Kemendagri.

Penanganannya lanjut dia, melibatkan Pemprov Gorontalo dan Sulawesi Tengah serta Pemda Kabupaten Gorontalo Utara dan Kabupaten Buol, lokasi batas wilayah yang dipersengketakan.

“Saya harap warga dapat menahan emosi dan bersabar untuk menunggu hasil yang terbaik untuk kita semua,” pintanya.

Akhirnya, sekitar pukul 16.00 WITA warga membuka portal blokade jalan setelah aksi pemblokiran berlangsung selama sekitar sepuluh jam. Warga bersedia membuka akses jalan setelah Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu menemui warga yang tengah melakukan Aksi Damai.

“Saya sudah jelaskan kepada warga tentang keseriusan Pemda Gorontalo Utara dalam menyelesaikan masalah tapal batas ini. Saya yakin kita bisa mempertahankan batas yang selama ini diperjuangkan,” jelasnya.

Ia merasa optimis, sebab pihaknya mengklaim sudah mengantongi bukti kuat yang akan dijadikan dasar dalam pertemuan nanti di Nusa Tenggara Timur tanggal 22-25 Oktober 2019.

Thariq Modanggu yang juga Ketua Tim Penyelesaian Masalah Sengketa Batas Wilayah juga mengimbau kepada warga agar bisa menahan diri dan dapat mengendalikan emosi.

“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya disampaikan kepada warga yang secara sukarela membuka portal yang mereka pasang,” tutupnya.

Baca juga: Anak Kecanduan Gadget Rentan Terkena Masalah Kejiwaan 

Sumber: lintasgorontalo

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.