Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Bulog Sebut Temuan Beras Bansos Rusak Disebabkan Cuaca Buruk

Bulog Sebut Temuan Beras Bansos Rusak Disebabkan Cuaca Buruk
Foto: Illustrasi temuan Bansos beras rusak.

Gemasulawesi– Perum Bulog menyebut temuan beras Bansos rusak di sejumlah daerah disebabkan kondisi cuaca buruk saat proses pengiriman maupun penurunan kantong beras.

“Kemarin ada berita negatif. Itu dicek Menteri PMK sudah terjawab. Ternyata memang bukan beras yang berkualitas rendah, karena waktu menurunkan dalam kondisi cuaca buruk,” ungkap Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, dalam rekaman Kick Off Distribusi Bantuan Beras PPKM Tahap II, Kamis 12 Agustus 2021.

Dia memastikan, temuan beras Bansos rusak itu hanya sebagian kecil dari total bantuan telah disalurkan Perum Bulog.

Baca juga: Perum Bulog Jawa Timur Salurkan Bantuan Beras ke Ribuan KPM

Misalnya, temuan beras Bansos rusak yang ditemukan di Pandeglang, Jawa Barat hanya 3 paket dari 464 paket dikirimkan. Termasuk, temuan kerikil beberapa waktu lalu juga hanya terjadi pada sedikit paket beras.

“Kemarin ada berita, beras ada batunya, batu kebawa, batu kecil saja dipermasalahkan, kecuali isinya 50 persen batu. Ngapain juga Bulog kasih batu,” tegasnya.

Dia menjamin pihaknya akan mengganti semua temuan beras Bansos rusak yang telah diterima masyarakat.

“Kalau ditemukan beras rusak, bukan berarti tidak diganti, kami ganti. Jadi itu komitmen kami,” ujarnya.

Kemudian, dia juga memastikan Perum Bulog tidak sembarangan distribusi beras Bansos. Pasalnya, penyaluran beras akan melalui proses audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Penyaluran beras baik yang dilakukan PT Pos maupun DNR (DNR Corporation) itu menjadi laporan kami, untuk kami sampaikan ke BPK, agar diaudit. Jadi, saya tidak mungkin main-main dengan masalah ini,” tegasnya.

Beras rusak juga ditemukan di Sidoarjo

Selain di Pandeglang, beras rusak juga ditemukan warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Beberapa warga mendapat beras Bansos tak layak konsumsi karena dalam kondisi menggumpal berwarna kekuningan dan mengeluarkan bau tak sedap.

Pimpinan Cabang Bulog Surabaya Utara, Nurjuliansyah Rachman mengatakan beras menggumpal hingga menimbulkan bau tidak sedap. Diduga karena terguyur hujan saat proses distribusi beras Bansos.

“Data kami dapat di lapangan, beras itu menjadi gumpalan dan menguning akibat terguyur hujan saat proses pengirimannya,” tutupnya. (***)

Baca juga: Bulog Siapkan Tambahan Bansos Beras Sebanyak 200 Ribu Ton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post