Bulog Klaim Isu Harga Beras Turun Bukan Akibat Impor

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi beras Bulog.

Berita nasional, gema sulawesi– Perum Bulog saat ini mencermati munculnya isu harga beras turun di sejumlah daerah, ditengah penyerapan hasil panen petani dalam negeri sebagai upaya mempertahankan ketersediaan stok cadangan.

“Sebagai perpanjangan tangan pemerintah, Bulog konsisten menyerap beras petani sebagai upaya stabilisasi harga beras di hulu, penyerapan ini juga membantu menggerakkan perekonomian di tingkat petani. Sehingga dapat mempercepat upaya pemulihan roda perekonomian sesuai dengan arahan Bapak Presiden selama berlansungnya pandemi Covid-19 ini,” ungkap Dirut Perum Bulog Budi Waseso melalui siaran persnya, Rabu 7 Juli 2021.

Dari hasil penyerapan dilakukan Bulog, stok cadangan beras pemerintah masih terus terjaga dengan baik, yaitu sebanyak 1,4 juta ton juga merupakan batas aman sesuai penugasan pemerintah yaitu sebanyak 1 juta ton hingga 1,5 juta ton beras.

Baca juga: Petani di Parigi Moutong Tumpuk Gabah Ribuan Ton

Jumlah itu juga akan semakin bertambah mengingat masih ada sisa hasil panen sebelumnya di beberapa daerah. Ditambah lagi akan disusul dengan panen gadu beberapa bulan ke depan.

“Ini berarti pemerintah tidak perlu terburu-buru melakukan impor beras, karena cadangan beras dari hasil panen dalam negeri melimpah,” kata dia.

Baca juga: Dinkes Parigi Moutong Kembali Distribusi 4 Ribu Vaksin Covid 19

Selain isu harga beras turun, pihaknya juga mengakui di tengah upaya penyerapan itu muncul isu tentang penurunan harga pada gabah sebagai akibat melimpahnya pasokan dari hasil panen sebelumnya masih terus berlangsung.

Baca juga: Pemerintah Jamin Ketersediaan Stok Makanan Saat PPKM

“Memang saya mendapatkan laporan tentang penurunan harga gabah dan beras yang katanya akibat impor beras. Sebetulnya tidak demikian, tetapi lebih karena melimpahnya hasil panen dan akan semakin bertambah karena akan berlanjut dengan panen nanti. Jadi bukan karena impor dan Insya Allah pemerintah tahun ini tidak perlu impor beras,” kata dia.

Baca juga: IMIP Sulawesi Tengah Bantu 21 Isotank Oksigen ke Pemerintah

Pihaknya memastikan penyerapan beras petani di tengah isu penurunan harga gabah dan beras akan tetap dilaksanakan Bulog sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Sehingga diharapkan harga gabah dan beras di tingkat petani tetap terjaga.

Hingga 5 Juli 2021, Bulog sudah menyerap sebanyak 750.000 beras petani dalam negeri. Di samping itu Bulog sendiri memiliki gudang sebanyak 1.647 unit dengan kapasitas sebanyak 4 juta ton tersebar di seluruh Indonesia. (***)

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah Minta Percepat Rehab Rekon di Donggala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.