Warga Kritisi Kebijakan Buka Tutup Perbatasan Poso

Warga Kritisi Kebijakan Buka Tutup Perbatasan Poso
Foto: Pos Perbatasan Poso.
Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Warga menganggap kebijakan buka tutup perbatasan di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah menghambat perjalanan mereka.

“Kami kecewa dengan kebijakan buka tutup perbatasan Poso. Sebab menghambat aktivitas kami,” ungkap salah seorang pelaku perjalanan, Ece saat tertahan di Pos perbatasan Poso, Kamis 14 Januari 2021.

Sejumlah penumpang kendaraan terpaksa harus menunggu waktu buka palang perbatasan Kabupaten Poso.

Sehingga, ratusan kendaraan terjebak antrian menunggu waktu buka pos palang pada pukul 6.00 WITA.

Baca juga: Masuk Parimo Wajib Perlihatkan Rapid Tes

“Kami terpaksa harus menunggu sampai palang dibuka. Sementara ada anak-anak dan bayi dalam perjalanan ini, mereka harus bertahan pada cuaca yang dingin seperti di pos batas ini,” sebutnya.

Diketahui, Pemda Poso Sulawesi Tengah mewajibkan pendatang yang akan masuk, untuk membawa dan menunjukkan hasil rapid tes antibodi.

“Pemberlakuan rapid tes masuk Poso, tertuang dalam surat edaran nomor 043/0140/BPBD/2021, yang ditandatangani Bupati Darmin Agustinus Sigilipu,” ungkap Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso, Musdar.

Ia mengatakan, surat edaran itu terkait upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyebaran COVID 19 di Kabupaten Poso.

Baca juga: Masuk Kota Palu, Warga Sulteng Wajib Bawa Hasil Rapid Tes

Dalam surat edaran itu, disebutkan setiap warga yang akan melintasi wilayah Kabupaten Poso. Baik itu menggunakan transportasi darat, laut dan udara wajib menunjukkan hasil rapid test antibodi non reaktif yang berlaku 5 x24 jam.

Terkai dengan SE itu, Pos Palang di perbatasan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan di Desa Mayoa diperketat.

Selain pemberlakuan rapid tes antibodi, surat edaran itu juga menyebutkan pertimbangan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau karantina wilayah dengan pemberlakuan pembatasan jam malam hingga pukul 20.00 WITA.

“Hal itu bisa dilakukan jika terjadi peningkatan kasus COVID 19 yang signifikan berdasarkan kajian epidemiologi,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan surat edaran itu, Pos Palang di perbatasan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan di Desa Mayoa diperketat.

Ratusan kendaraan terjebak antrian menunggu waktu buka palang pada pukul 6.00 WITA.

Baca juga: Kota Palu Kembali Berlakukan Buka Tutup Jalan

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post