BU KEK SIANSU

Bu Kek Siansu adalah seri pertama dan cikal bakal dari serial pendekar pulau es. Bu kek siansu dalam perjalanannya menjadi tokoh paling disegani dalam dunia hitam maupun putih. Siapapun yang berjodoh bertemu dengannya dipastikan mendapatkan warisan ilmu. Tidak main-main setiap ilmu dari Bu kek Siansu dipastikan mencapai level dewa. Dimana ilmu itu akan pilih tanding, satu ilmu cukup untuk digunakan menguasai dunia persilatan.

Sinopsis Bu kek siansu :
Pagi itu bukan main indahnya di dalam hutan di lereng pegunungan Jeng Hoa San (Gunung Seribu Bunga). Matahari muda memuntahkan cahayanya yang kuning keemasan ke permukaan bumi, menghidupkan kembali rumput-rumput yang hampir lumpuh oleh embun, pohon-pohon yang lenyap ditelan kegelapan malam, bunga-bunga yang menderita semalaman oleh hawa dingin menusuk.

Cahaya kuning emas yang membawa kehangatan, keindahan, dan penghidupan itu mengusir halimun tebal, dan halimun lari pergi dari cahaya raja kehidupan itu, meninggalkan butiran-butiran embun yang kini menjadi penghias ujung-ujung daun dan rumput membuat bunga-bunga yang beraneka warna itu seperti dara-dara muda jelita sehabis mandi, segar dan berseri-seri.

Cahaya matahari yang lembut itu tertangkis oleh daun dan ranting pepohonan hutan yang rimbun. Namun kelembutannya membuat cahaya itu dapat juga menerobos di antara celah-celah daun dan ranting sehingga sinar kecil memanjang yang tampak jelas di antara bayang-bayang pohon meluncur ke bawah, di sana-sini bertemu dengan pantulan air membentuk warna pelangi yang amat indahnya, warna yang dibentuk oleh segala macam warna terutama oleh warna dasar merah, kuning dan biru. Indah!

Bagi mata yang bebas dari segala ikatan, keindahan itu makin terasa. Keindahan yang baru dan yang
senantiasa akan nampak baru biar pun andai kata dilihat setiap hari. Sebelum cahaya pertama yang
kemerahan dari matahari pagi tampak, keadaan hutan di lereng itu sunyi senyap.
Yang mula-mula membangunkan hutan itu adalah kokok ayam hutan yang pendek dan nyaring sekali.
Kokok yang tiba-tiba dan mengejutkan, susul-menyusul dari beberapa penjuru. Kokok ayam jantan inilah
yang menggugah para burung yang tadinya diselimuti kegelapan malam, menyembunyikan muka di bawah
selimut tebal dan hangat dari sayap mereka. Kini terjadilah gerakan-gerakan hidup di setiap pohon besar
dan terdengar kicau burung yang sahut-menyahut, bermacam-macam suaranya, bersaing indah dan ramai
namun kesemuanya memiliki kemerduan yang khas.

Selamat menikmati serial silat berseri karangan Asmaraman S Kho Ping Hoo, yang kami sajikan dalam format pdf diatas.

sumber: https://dunia-kangouw.blogspot.com/2017/06/download-bu-kek-siansu.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Kalah Laga Debut, Fans Barca Minta Valverde Dipecat

Jakarta, gemasulawesi.com- Kalah laga debut La Liga 2019-2020, fans tim Barcelona mengkritik penampilan Barcelona bahkan meminta Pelatih The Catalan dipecat. Usai kalah laga debut versus...

Tambah Masa Tanggap Darurat Banjir Tinombo, Ini Agenda BPBD

Parimo, gemasulawesi.com- Tambah masa tanggap darurat banjir Kecamatan Tinombo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi moutong (Parimo) akan melakukan beberapa agenda kerja. Diketahui, sudah...

Terapkan Aturan Baru MA, Pelanggar Lalu Lintas Tak Perlu Datang Sidang

Parimo, gemasulawesi.com- Terapkan aturan baru Mahkamah Agung (MA), Pengadilan Negeri Parigi Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melonggarkan prosedur sidang pelanggaran lalu lintas. Hal tersebut diungkapkan Humas...

900 Nelayan Mamuju Dapatkan Asuransi

Mamuju, gemasulawesi.com- 900 nelayan mendapatkan asuransi nelayan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulbar. Nelayan penerima asuransi merupakan kelompok nelayan yang tersebar...

Janggal, Masih Ada Desa Belum Cairkan Anggaran APBDes Tahap Dua

Parimo, gemasulawesi.com- Janggal, hingga memasuki pekan kedua Agustus 2019, puluhan desa di Kabupaten Parigi moutong (Parimo) masih belum realisasikan pencairan anggaran APBDes tahap dua. Ditemui...