BU KEK SIANSU

BU KEK SIANSU
ilustrasi
Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [2.00 MB]

Bu Kek Siansu adalah seri pertama dan cikal bakal dari serial pendekar pulau es. Bu kek siansu dalam perjalanannya menjadi tokoh paling disegani dalam dunia hitam maupun putih. Siapapun yang berjodoh bertemu dengannya dipastikan mendapatkan warisan ilmu. Tidak main-main setiap ilmu dari Bu kek Siansu dipastikan mencapai level dewa. Dimana ilmu itu akan pilih tanding, satu ilmu cukup untuk digunakan menguasai dunia persilatan.

Sinopsis Bu kek siansu :
Pagi itu bukan main indahnya di dalam hutan di lereng pegunungan Jeng Hoa San (Gunung Seribu Bunga). Matahari muda memuntahkan cahayanya yang kuning keemasan ke permukaan bumi, menghidupkan kembali rumput-rumput yang hampir lumpuh oleh embun, pohon-pohon yang lenyap ditelan kegelapan malam, bunga-bunga yang menderita semalaman oleh hawa dingin menusuk.

Cahaya kuning emas yang membawa kehangatan, keindahan, dan penghidupan itu mengusir halimun tebal, dan halimun lari pergi dari cahaya raja kehidupan itu, meninggalkan butiran-butiran embun yang kini menjadi penghias ujung-ujung daun dan rumput membuat bunga-bunga yang beraneka warna itu seperti dara-dara muda jelita sehabis mandi, segar dan berseri-seri.

Cahaya matahari yang lembut itu tertangkis oleh daun dan ranting pepohonan hutan yang rimbun. Namun kelembutannya membuat cahaya itu dapat juga menerobos di antara celah-celah daun dan ranting sehingga sinar kecil memanjang yang tampak jelas di antara bayang-bayang pohon meluncur ke bawah, di sana-sini bertemu dengan pantulan air membentuk warna pelangi yang amat indahnya, warna yang dibentuk oleh segala macam warna terutama oleh warna dasar merah, kuning dan biru. Indah!

Bagi mata yang bebas dari segala ikatan, keindahan itu makin terasa. Keindahan yang baru dan yang
senantiasa akan nampak baru biar pun andai kata dilihat setiap hari. Sebelum cahaya pertama yang
kemerahan dari matahari pagi tampak, keadaan hutan di lereng itu sunyi senyap.
Yang mula-mula membangunkan hutan itu adalah kokok ayam hutan yang pendek dan nyaring sekali.
Kokok yang tiba-tiba dan mengejutkan, susul-menyusul dari beberapa penjuru. Kokok ayam jantan inilah
yang menggugah para burung yang tadinya diselimuti kegelapan malam, menyembunyikan muka di bawah
selimut tebal dan hangat dari sayap mereka. Kini terjadilah gerakan-gerakan hidup di setiap pohon besar
dan terdengar kicau burung yang sahut-menyahut, bermacam-macam suaranya, bersaing indah dan ramai
namun kesemuanya memiliki kemerduan yang khas.

Selamat menikmati serial silat berseri karangan Asmaraman S Kho Ping Hoo, yang kami sajikan dalam format pdf diatas.

sumber: https://dunia-kangouw.blogspot.com/2017/06/download-bu-kek-siansu.html

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.