2Banner GIF 2021

BSSN Diminta Audit Forensik Perangkat Seleksi Tes CASN

BSSN Diminta Audit Forensik Perangkat Seleksi Tes CASN
ilustrasi/BKPSDM Kota Mtero

Nasional, gemasulawesi – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) diminta lakukan audit forensik sistem dan perangkat yang digunakan dalam seleksi tes Calon Aparatur Sipil Negara (CASN). Hal ini merespons ditemukan adanya dugaan kecurangan.

“Pemerintah melalui BSSN perlu lakukan audit forensik terhadap seluruh sistem yang digunakan dalam seleksi dari Sabang sampai Merauke. Untuk mengetahui di mana dan komputer mana saja yang digunakan peserta ada remote access diunduh dan jejak digital peserta lakukan kecurangan,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI Luqman Hakim di Jakarta, Selasa 16 November 2021.

Baca juga: PPPK Tenaga Guru, Pemerintah Beri Tiga Kali Jatah Seleksi

Hal itu dikatakannya terkait hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPan-RB) Tjahjo Kumolo, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian yang digelar secara tertutup di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin 16 November.

Luqman menilai kalau audit forensik terhadap perangkat tes CASN dilakukan maka proses tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) harus ditunda dulu. Karena berdasarkan laporan yang diterima Komisi II DPR, baru 9 titik yang dilaporkan terjadi indikasi kecurangan.

Baca juga: BSSN Buat Program Paman Kami bagi Pelaku UMKM

“Karena yang dilaporkan baru 9 titik lokasi, rata-rata di luar Pulau Jawa. Saya khawatir kecurangan di lokasi tes di Pulau Jawa lebih dahsyat jika melihat modus kecurangan yang dilakukan,” ujarnya.

Dia mengaku jengkel dengan kejadian seleksi CASN dengan penggunaan sistem Computer Assisted Test (CAT) bisa dibobol dengan cara sederhana, bukan dengan menjebol sistem keamanan. Menurut dia, berdasarkan penjelasan BSSN dalam RDP Komisi II DPR dijelaskan, kecurangan tes dilakukan dengan mengunduh aplikasi remote access pada komputer yang digunakan yang dilakukan pihak-pihak yang terlibat dalam tes tersebut.

Baca juga: Jaringan Internet Hambat Ujian Berbasis Komputer SMPN 1 Parigi

“Misalnya orang yang punya akses masuk ke ruangan yang di dalamnya terdapat komputer yang digunakan untuk tes, lalu mengunduh remote access sehingga dapat terhubung dengan perangkat komputer di luar. Ketika sudah terkoneksi maka orang dengan menggunakan komputer di luar bisa mengerjakan soal tes CPNS,” katanya.

Karena itu Luqman menilai persoalan dugaan kecurangan tes CASN tersebut ada pada faktor sumber daya manusia (SDM) yang memanfaatkan akses masuk ruang tes. Dia menyarankan perangkat yang digunakan dalam proses seleksi CASN adalah milik negara bukan sewa dari pihak swasta karena rawan menimbulkan potensi kecurangan.

“Perlu juga ada internet khusus untuk pemerintah, sifatnya tidak pubik yang digunakan untuk kegiatan negara saja,” ujarnya.

Luqman juga menyarankan agar BSSN membuat sistem proteksi khusus untuk jaringan siber negara sehingga perangkat milik negara selalu terhubung dengan perangkat keamanan yang kuat. Selain itu menurut dia, sistem proteksi khusus itu dapat digunakan ketika ada orang yang mau mengunduh program tertentu di perangkat milik negara, maka muncul peringatan dari ruang kontrol BSSN. (**)

Baca juga: Polisi Bekuk Jaringan Peredaran Narkotika di Sulsel

Sumber: Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post