2Banner GIF 2021

BSSN Buat Program Paman Kami bagi Pelaku UMKM

BSSN Buat Program Paman Kita bagi Pelaku UMKM
Foto: BSSN Buat Program Paman Kita bagi Pelaku UMKM.

Gemasulawesi– Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN membuat program Paman Kami untuk peningkatan kompetensi dan pengukuran tingkat kesadaran keamanan informasi bagi pelaku UMKM secara berkelanjutan.

“Program itu dinamakan Paman Kami untuk akronim dari pedoman penilaian mandiri keamanan infomasi,” ungkap Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian dalam acara virtual Keamanan Siber untuk UMKM, Selasa, 26 Oktober 2021.

Dia mengatakan, program itu sebagai upaya mendukung keamanan ruang siber nasional, dan perlindungan untuk para pelaku UMKM.

Baca juga: Tagana Masuk Sekolah Siapkan Generasi Sadar Bencana

Program Paman Kami dari BSSN kata dia, merupakan alat untuk mengukur tingkat penyerapan informasi bagi pelaku UMKM yang sudah menggunakan platform online.

Hinsa berharap, program itu dapat mendukung terciptanya keamanan informasi dan siber yang baik bagi pelaku UMKM.

“Untuk itu diperlukan usaha yang maksimal dalam menyelamatkan bisnis UMKM,” katanya.

Secara keseluruhan, BSSN beserta instansi terkait, menyusun tiga strategi dalam rangka mengamankan ruang siber nasional. Ketiganya adalah keamanan siber nasional, perlindungan infrastruktur informasi dan manajemen krisis siber nasional yang  seluruhnya akan tertuang dalam bentuk peraturan presiden.

“Strategi ini merupakan rumusan arah kebijakan nasional dalam menggunakan seluruh sumber daya siber untuk mewujudkan keamanan siber nasional,” katanya.

Salah satu misi strategi ini, adalah untuk melindungi ekosistem perekonomian digital nasional demi tercapainya pertumbuhan dan inovasi, termasuk melindungi sistem digital UMKM.

Para pemangku kepentingan dalam strategi ini terdiri dari empat kelompok yaitu pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas atau dikenal sebagai four helix.

“BSSN berperan dalam keamanan ekonomi digital untuk meminimalisir ancaman siber dengan menyusuk kebijakan dan pedoman sebagai rujukan regulasi keamanan informasi dan peningkatan ekosistem,” ujar dia sambil menambahkan termasuk juga membuat program literasi keamanan informasi bagi pelaku ekonomi digital dan masyarakat.

Pelaku UMKM dituntut memahami pentingnya keamanan digitalisasi di era Industri 4.0. Selain membawa kemudahan, ruang siber juga memiliki potensi ancaman nyata baik bersifat teknis atau sosial. Pada hakikatnya, tingkat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi berbanding lurus dengan risiko kerawanan terhadap keamanannya.

“Risiko dan ancaman keamanan ini juga tak luput bagi UMKM yang memanfaatkan ruang siber seperti media sosial, website, dan platform market place dalam menjalankan usahanya,” tutupnya. (***)

Baca juga: Anak Dijadikan Objek Pesugihan, Kakek-Ayah Diancam 15 Tahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post