BPS Sebut Rokok dan Beras Jadi Pemicu Kemiskinan di Gorontalo

waktu baca 2 menit
Jualan Beras di Pasar (Ilustrasi Gambar)

Berita Gorontalo, gemasulawesi – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi menyebutkan, beras dan rokok menjadi salah satu komoditi yang menjadi pemicu angka kemiskinan, berdasarkan data pada periode Maret 2022 penduduk miskin di Gorontalo sebesar 15,42 persen.

Mukhamad Mukhanif, Kepala BPS Provinsi Gorontalo mengatakan persentase penduduk miskin di Provinsi Gorontalo per Maret 2022 mencapai 15,42 persen.

“Menurut perhitungan kami, orang miskin yang mengonsumsi beras sebanyak itu,” ucapnya.

Namun, Hanif mengatakan harga beras cenderung stabil sejak 2021 hingga sekarang, meski pemicu terhadap angka kemiskinan di Gorontalo tinggi. Produk pokok lain yang berdampak pada tingkat kemiskinan setelah beras adalah rokok.

Baca: Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Pemkot Palu Gandeng PDGI

Porsi pengeluaran konsumsi rokok pada garis kemiskinan adalah 14,07 persen di perkotaan dan 15,41 persen di perdesaan.

“Rokok kretek dan filter menjadi penyumbang kedua, tapi kenaikannya juga tinggi. Rokok kretek filter naik cukup drastis dari September hingga Maret,” ucap Hanif.

Menurutnya, jika orang berhenti merokok, uangnya bisa digunakan untuk membeli kebutuhan pokok lainnya, seperti makanan berkalori tinggi, bisa menggantikan rokok yang tidak mengandung kalori.

Jumlah penduduk miskin pada Maret 2022 sebanyak 185,44 ribu orang meningkat 0,84 ribu jiwa dibandingkan September 2021 dan penurunan sebesar 0,85 ribu orang pada Maret 2021.

Persentase penduduk miskin di perkotaan tercatat sebesar 3,97 persen pada Maret 2022, turun 0,09 poin persentase dari kondisi September 2021 yang tercatat sebesar 4,06 persen.

Sementara itu, persentase penduduk miskin di perdesaan tercatat sebesar 24,42 persen pada Maret 2022, meningkat 0,04 poin persentase dibandingkan kondisi September 2021 yang tercatat sebesar 24,38 persen. (*/Ikh)

Baca: Bupati Poso Serahkan Bantuan Tanggap Darurat Bencana

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.