Banner Disperindag 2021 (1365x260)

BPOM Sudah Terbitkan Sembilan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid19

BPOM Sudah Terbitkan Sembilan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid19
Foto: Ilustrasi BPOM Sudah Terbitkan Sembilan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid19.

GemasulawesiBadan POM kembali terbitkan izin penggunaan darurat produk vaksin baru Janssen covid19 Vaccine dan Vaksin Convidecia dari CanSino.

Totalnya sudah sembilan vaksin covid19 sudah miliki izin penggunaan darurat.

Setelah sebelumnya tujuh vaksin covid19 sudah miliki izin penggunaan darurat terdiri dari Vaksin CoronaVac (Sinovac), Vaksin COVID-19 Bio Farma, Vaksin AstraZeneca, Vaksin Sinopharm, Vaksin Moderna, Vaksin Comirnaty (Pfizer and BioNTech) dan 9Vaksin Sputnik-V.  

Baca juga: Prof Sri: Vaksinasi Standar Kesejahteraan Sebuah Negara

Keseluruhan vaksin itu termasuk Janssen covid19 Vaccine dan Vaksin CanSino digunakan untuk pencegahan covid19 pada orang berusia 18 tahun ke atas.

Dengan pemberian sekali suntikan atau dosis tunggal sebanyak 0,5 mL secara intramuscular.

Menurut hasil kajian, dari sisi keamanan menunjukkan secara umum pemberian kedua vaksin itu dapat ditoleransi dengan baik.

Reaksi lokal maupun sistemik dari pemberian Janssen covid19 Vaccine menunjukkan tingkat keparahan grade satu dan dua. Demikian pula dengan Vaksin CanSino.

Efikasi atau tingkat kemanjuran vaksin dalam melawan suatu penyakit pada orang yang sudah divaksinasi saat tahap uji klinis Janssen covid19 Vaccine untuk mencegah semua gejala (any symptom) covid19 adalah sebesar 67,2 persen.

Baca juga: Bio Farma Kembangkan Alat PCR Metode Kumur Bernama BioSaliva

Dan efikasi untuk mencegah gejala covid19 sedang hingga berat (moderate to severe/critical) pada subjek di atas 18 tahun adalah sebesar 66,1 persen.

Sementara untuk Vaksin CanSino, efikasi vaksin adalah sebesar 65,3 persen dan untuk perlindungan terhadap kasus covid19 berat adalah 90,1 persen.

Baca juga: TNI-Polri Gelar Vaksinasi Merdeka di Parigi Moutong

Penambahan kedua jenis vaksin covid19 ini diharapkan dapat semakin membantu upaya Pemerintah dalam mengejar peningkatan cakupan vaksinasi untuk segera mencapai herd immunity.

Mendukung kebijakan penyediaan vaksin covid19, BPOM sebagai Regulator Obat di Indonesia melakukan pengawalan terhadap pemenuhan khasiat, keamanan dan mutu obat agar masyarakat dapat mengakses vaksin memenuhi standar. Dan persyaratan dan dalam waktu yang tepat dengan menerbitkan izin penggunaan darurat. (a/**)

Baca juga: Vaksinasi Nakes, Parimo Butuh 5 Ribu Dosis Vaksin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post