BPOM Musnahkan Obat Ilegal Palu Temuan Dalam Dua Tahun

BPOM Musnahkan Obat Ilegal Palu Temuan Dalam Dua Tahun
Foto: Pemusnahan Obat Ilegal Kota Palu oleh BPOM, di Kota Palu, Senin 28 Desember 2020.
Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Temuan selama satu tahun terakhir, Badan Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM musnahkan obat ilegal Palu.

“BPOM musnahkan obat ilegal Palu dari kegiatan penindakan selama tahun 2019 hingga 2020,” ungkap Kepala Balai POM, Fauzi Ferdiansyah, saat pemusnahan produk ilegal di Kota Palu, Senin 28 Desember 2020.

Ia mengatakan, sebanyak 6011 pcs produk obat dan makanan ilegal dimusnahkan BPOM Kota Palu.

Dari 6011 pcs produk ilegal itu lanjut dia, terdiri dari kosmetik yang tidak memiliki izin edar sebanyak 5738 pcs.

Baca juga: Ini 67 Batch Produk Obat Terindikasi Mengandung Bahan Resiko Kanker

Kemudian, obat tradisional yang tidak memiliki izin edar 181 pcs dan pangan yang tidak memiliki izin edar sebanyak 92 pcs.

“Total temuan produk obat dan makanan ilegal itu senilai Rp 150.964.702,” urainya.

BPOM musnahkan obat ilegal Palu itu dengan cara merusak atau membakar kemasan. Kemudian, ditimbun pada lubang tanah yang telah dipersiapkan.

“Pemusnahan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat, pemerintah daerah dan lintas sektor. Terkait hasil pengawasan Balai POM di Palu selama dalam satu tahun terakhir,” jelasnya.

Baca juga: Tewas Tertembak, Satu Pengedar Sabu Watusampu Sulawesi Tengah

Ini Caranya Membedakan Obat Palsu dan Ilegal

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan ciri tertentu yang dapat Anda gunakan untuk membedakan antara obat ilegal, palsu dan asli.

Bila Anda sudah terbiasa mengonsumsi obat tertentu, maka beberapa hal berikut bisa membedakan antara obat ilegal dan asli.

Baca juga: Diduga Edarkan Sabu, Polisi Ringkus Warga Tatanga Kota Palu

  1. Tidak memiliki izin edar
  2. Nama produsen berbeda dari obat asli
  3. Tampilan kemasan berbeda
  4. Kualitas cetakan kemasan lebih pudar
  5. Bentuk huruf pada dus lebih terang
  6. Warna blister lebih gelap dari aslinya.

Meski sulit membedakannya, terdapat beberapa perbedaan yang dapat dengan mudah dikenali pada obat palsu dengan kasat mata, diantaranya.

  1. Tidak memiliki izin edar atau nomor izin edar tidak sesuai dengan sesuai dengan yang terdaftar di Badan POM.
  2. Bentuk, warna, rasa atau tekstur obat dan kemasan tidak seperti biasanya.
  3. Tidak mencantumkan nama dan alamat produsen.

Harus hati-hati dengan obat ilegal dan palsu, karena banyak dampaknya pada tubuh.

Karena tidak melalui pengujian dan pengawasan dari BPOM, produsen obat palsu dan ilegal bisa memasukkan bahan apa saja ke produknya. Sehingga, bila Anda mengonsumsinya bisa menimbulkan berbagai efek negatif.

Berikut beberapa dampak negatif yang ditimbulkan dari obat palsu.

  1. Kondisi pasien tidak membaik
  2. Kondisi pasien bertambah buruk, bahkan bisa berakibat fatal seperti menyebabkan kematian.
  3. Pasien menderita komplikasi, seperti gangguan hati dan ginjal.

Baca juga: Mahasiswa Palu Tetap Perjuangkan Pembatalan Omnibus Law

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post