fbpx

BPK RI Kembali Beri Penghargaan Opini WTP ke Pemda Parigi Moutong

waktu baca 2 menit

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – BPK RI kembali beri penghargaan Opini WTP ke 4 bagi Pemerintah Daerah (Pemda)  Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.  Penghargaan Opini WTP itu diberikan langsung ke Wakil Bupati Parigi Moutong H Badrun Nggai SE, Provinsi Sulawesi Tengah.

BPK RI beri penghargaan Opini WTP yang diterima oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong merupakan kali keempatnya atas Laporan Keuangan Daerah tahun 2021.

“Merupakan pencapaian luar biasa bagi Pemerintah daerah Kabupaten Parigi Moutong, karena mampu meraih WTP empat kali berturut turut,”jelas Wakil Bupati Parigi Moutong H Badrun Banggai SE.

Ia juga menambahkan, kalau opini WTP akan terus dipertahankan, karena WTP, kata dia, merupakan salah satu prestasi yang bisa dibanggakan dalam hal pengelolaan keuangan yang akuntabel.

Dia juga mengapresiasi dan juga berterima kasih kepada seluruh OPD yang telah mengelola pengelolaan keuangan dengan baik sehingga dapat kembali meraih predikat WTP.

Slamet Riyadi, Kepala Perwakilan BPK Sulteng, bangga dengan opini WTP yang didapat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong. Slamet Riyadi juga berharap eksekutif dan legislatif terus bersinergi dalam pembangunan Kabupaten Parigi Moutong.

“Saya bangga Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong terus bekerjasama dengan DPRD, sehingga bersama-sama kita bisa menyelesaikan pemeriksaan LKPD sehingga LHP LKPD dapat selesai tepat waktu sesuai amanat undang-undang,” ucapnya.

Baca: PP Muhammadiyah Mengecam Penangkapan 40 Anggota PPPBS

Slamet Riyadi mengatakan, dari inspeksi laporan keuangan Pemerintah wilayah Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2021 sudah sesuai menggunakan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).  Untuk itu BPK menaruh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan keuangan Tahun 2021. (*)

Baca: Dukun Nyaris Tewas Diamuk Oleh Massa di Jeneponto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.