BPBD Parigi Moutong Prioritaskan Pencarian Korban Banjir Torue

waktu baca 2 menit
Pencarian korban banjir Parigi Moutong, Desa Torue

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah masih memprioritaskan pencarian empat korban yang masih dinyatakan hilang pasca banjir bandang di Desa Torue.

Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Parigi Moutong Idran saat ditemui di Torue, Parigi Moutong, Sabtu 30 Juli 2022.

“Pencarian masih berlangsung dengan tujuan operasi di laut karena banyak tumpukan kayu di laut, tim SAR menduga korban berada di tumpukan kayu,” kata Kepala BPBD Parigi Moutong Idran. jika terkena. di Torue, Parigi Moutong, pada hari Sabtu.

Ia mengatakan pasca banjir bandang, para relawan berbagi tugas, sebagian melakukan operasi pencarian korban banjir Torue dan penyelamatan yang dipimpin Basarnas, kemudian membersihkan rumah warga material lumpur dan mendistribusikan logistik ke posko pengungsian.

Baca: 450 KK di Parigi Moutong Terkena Dampak Banjir Bandang

Ia mengatakan, pencarian korban hilang merupakan standar operasional prosedur (SOP) operasi selama lima hari ke depan jika korban belum ditemukan.

“Sampai saat ini belum ada laporan lebih lanjut mengenai warga yang hilang dan kami berharap keempat korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” kata Idran.

Selain penelusuran, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melakukan pendataan pada sektor-sektor yang menjadi tugas dan instansinya, antara lain Badan Hortikultura dan Tanaman Pangan (TPHP) yang melakukan survei terhadap lahan persawahan dan kebun yang terkena dampak banjir.

Dinas Pendidikan kemudian menghitung jumlah sekolah dan siswa yang terkena dampak, dan Dinas Kelautan dan Perikanan melakukan kajian cepat terhadap jumlah tambak yang terkena dampak.

“Data yang dikumpulkan oleh masing-masing lembaga tidak hanya digunakan untuk kepentingan Anda, tetapi juga dikumpulkan ke dalam database yang dipasang di papan informasi untuk membantu intervensi penanganan,” kata Idran.

Data sementara dihimpun APBD setempat dua hari pasca banjir, tiga orang meninggal dunia dan 357 kepala keluarga (KK) masih tinggal di pengungsian karena rumahnya masih tertutup lumpur dan rusak diterjang banjir.

Idran mengatakan, bantuan logistik untuk korban bencana terus mengalir dan akan diproses di kantor posko induk sebelum disalurkan ke warga. (*/Ikh)

Baca: Coba Buat Sendiri Yuk, Resep Empek-Empek Palembang

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.