BPBD Parimo Pastikan Realisasi Huntap di Bulan Depan


BPBD Parigi Moutong Pastikan Realisasi Huntap Bulan Depan
Illustrasi Huntap

Parimo, gemasulawesi.com BPBD Kabupaten Parigi moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi tengah (Sulteng), pastikan pembangunan Hunian tetap (Huntap) terealisasikan pada bulan Juni 2019.

Ditemui gemasulawesi.com di ruang kerjanya, Kepala bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab Rekon) BPBD Parigi Moutong, Tri Nugraha, mengungkapkan hal tersebut.

“Inshaallah penyalurannya dana stimulan tersebut dalam bentuk pembangunan Huntap, yang dimulai bulan depan,” ungkapnya, Selasa 14 Mei 2019.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya sedang berupaya menyelesaikan enam tahapan persiapan penyaluran bantuan tersebut.

Keenam tahapan itu kata dia, perekrutan fasilitator, Tim Pendamping Masyarakat (TPM), pembentukan kelompok masyarakat (pokmas) dan rembuk warga.

“Kemudian sosialisasi petunjuk pelaksanan (juklak) dan bentuk rumah, dan terakhir pelaksanaan pembangunan. Saat ini kita sementara menyelesaikan tahapan pembentukan pokmas,” terangnya.

Berdasarkan data lanjut dia, sebanyak 533 unit bangunan tempat tinggal warga, masuk dalam kategori rumah rusak berat.

Dia menuturkan, BPBD Parimo bakal menangani pembangunan Huntap sebanyak 407 unit, di delapan kecamatan dengan total anggaran kurang lebih 23 miliar Rupiah.

“Jadi sisanya, ditangani Dinas Perumahan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten, kami diberikan waktu selama enam bulan dan harus selesai di tahun ini,” tuturnya.

Delapan kecamatan tersebut yaitu, Kecamatan Parigi sebanyak 134 unit, Parigi Selatan (Parsel) 35 unit, Parigi Barat 15 unit, Parigi tengah 89 unit, Parigi utara 60 unit, Torue 43 unit, Siniu 29 unit dan Balinggi satu unit.

Hal ini berdasarkan surat penetetapan tentang penerimaan dan stimulan rumah rusak berat Insitu tahun 2019, nomor 360.45/1463/BPBD, yang dikeluarkan Bupati Parimo.

Sebelumnya, rumah rusak berat Parimo diverifikasi kembali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parimo, Provinsi Sulawesi Tengah, Tahun 2019.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Parimo, Tri Nugraha, kepada gemasulawesi.com, beberapa waktu lalu. Diketahui, bantuan tersebut bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Verifikasi ini kembali dilakukan untuk memastikan apakah memang betul-betul rusak berat,” ungkapnya.

Dari data yang diperoleh, jumlah total unit rumah rusak berat yang ditangani oleh BPBD Parimo sebanyak 407 rumah, dengan anggaran Rp 23.138.607.000. Saat melakukan verifikasi, petugasnya akan bertemu langsung dengan pemilik rumah yang masuk kategori rusak berat.

“Mereka akan melakukan verifikasi dan validasi di delapan kecamatan yang terdampak,” jelasnya.

Petugas verifikasinya, terdiri dari fasilitator teknik, fasilitator sosial dan fasilitator ekonomi. Ia melanjutkan, setelah tahapan selesai, proses akan dilanjutkan lagi dengan pembentukan Kelompok masyarakat (Pokmas).

Ia menambahkan, total rumah rusak berat di Parimo akibat gempa pada 28 September 2018 sebanyak 533 unit rumah.

“Sebanyak 407 unit rumah ditangani oleh BNPB melalui dana stimulan BNPB. Sedangkan sisanya sebanyak 126 unit rumah ditangani oleh Dinas PUPR melalui DAK PUPR,” tutupnya

Baca juga: Pemda Parimo, Belum Punya Data Valid Penerima Dana Stimulan

Laporan: Daniel

 


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Gema

One Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Share via
Share this