2Banner GIF 2021

BPBD-Dinsos Parimo Tangani Bencana Banjir di Taopa dan Moutong

BPBD-Dinsos Parimo Tangani Bencana Banjir di Taopa dan Moutong
Foto: BPBD-Dinsos Parimo Tangani Bencana Banjir di Taopa dan Moutong.

GemasulawesiBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) Parigi Moutong melakukan penanganan tanggap bencana banjir di Taopa dan Moutong.

Dua lembaga relawan sosial dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat juga dilibatkan di Desa Pande Lalap Moutong dan Desa Sibatang, Taopa.

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi, dan hari ini kami akan turun ke lokasi bencana, bersama Tagana dan PMI Parigi Moutong,” ungkap Kepala BPBD Parigi Moutong, Idran saat dihubungi, Senin 4 Oktober 2021.

Baca juga: Basarnas Temukan Dua Warga Hilang Di Pegunungan Taopa Parigi Moutong

Menurut dia, pihaknya akan melakukan penanganan bencana banjir di Desa Pande Lalap, Moutong dengan jumlah rumah terdampak sebanyak 53 unit.

Kemudian, di Desa Sibatang Kecamatan Taopa sebanyak 50 unit rumah terdampak, berdasarkan data sementara.

Saat tiba di lokasi kata dia, pihaknya akan langsung memberikan penanganan tanggap bencana dengan melakukan membersihan material lumpur di rumah-rumah warga terdampak.

Selain itu pihaknya akan melakukan pendataan korban jiwa dan kerusakan akibat bencana banjir.

“Kami akan dibantu PMI dan Tagana untuk melakukan pembersihan. Kedua relawan sosial ini, selain membawa peralatan pembersihan, mereka juga siap dengan logistik,” kata dia.

Dia menjelaskan, bencana di dua desa itu terjadi karena luapan air sungai di wilayah setempat, karena endapan material yang sudah tinggi. Sehingga perlu dilakukan normalisasi sungai dan pembuatan tanggul.

Kondisi pasca banjir kata dia, warga terdampak di Desa Pande Lalap dan Sibatang telah melakukan pengungsian di sejumlah rumah warga yang tidak terdampak,  dan sebagian mengungsi ke Mesjid setempat.

“Kalau di Desa Sibatang, ada yang mengungsi ke rumah keluarganya, karena lokasinya berada didataran tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Linjamsos Dinsos Parigi Moutong, Aristo mengatakan, dalam penanganan tanggap bencana pihaknya telah menyiapkan logistik berupa satu ton beras.

Menurut dia, tim Tagana diturunkan berjumlah 15 personil, bertugas untuk membantu penanganan tanggap bencana kepada para korban banjir di dua kecamatan.

“Ketinggian air saat kejadian sekitar satu setengah meter. Kerugian material di Desa Pande Lalap berupa kelapa yang telah siap diolah, ludes terbawa arus banjir,” tuturnya.

Diketahui, akibat luapan sungai puluhan rumah warga, Desa Pande Lalap, Kecamatan Moutong, terendam banjir setinggi satu meter.

Berdasarkan data assessment sementara Tagana Parigi Moutong sebanyak 53 rumah, dengan kerugian material ratusan juta rupiah akibat peristiwa itu.

Ketua Tagana Parigi Moutong, Rifai Pakaya mengatakan, sesuai laporan tim dilapangan akibat tingginya curah hujan belakang ini, membuat sungai di desa setempat meluap hingga ke pemukiman warga.

“Rata-rata tinggi air menggenangi rumah warga 70 cm sampai satu meter sejak pukul 17.00 Wita hingga malam,” tutup saat dihubungi melalu via WhatsApp, Minggu 3 Oktober 2021 malam. (***)

Baca juga: Dari Tinombo Selatan dan Taopa, Dua Tambahan ODP Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post