2Banner GIF 2021

Bocah Yatim Piatu Jadi Korban Pemerkosaan, Pelaku Melarikan Diri

Bocah Yatim Piatu Jadi Korban Pemerkosaan, Pelaku Melarikan Diri
Foto: Illustrasi. Bocah Yatim Piatu Jadi Korban Pemerkosaan, Pelaku Melarikan Diri.

Gemasulawesi– Sungguh malang nasib bocah yatim piatu berusia 11 tahun di Banyuwangi jadi korban pemerkosaan tetangganya. Parahnya lagi, pelaku diketahui berinisial LAR (40) asal Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi melarikan diri usai menyetubuhi korban.

“Korban masih duduk dibangku kelas lima sekolah dasar. Pelaku memaksa korban melayani nafsu bejatnya,” ungkap Kapolsek Pesanggaran AKP Subandi membenarkan peritiwa itu, Senin 25 Oktober 2021.

Baca juga: Kemenkes Putuskan Disdik dan Sekolah Laksanakan Vaksinasi Anak

Menurut dia, LAR melarikan diri dengan membawa tiga anaknya. Sementara istri pelaku selama ini sedang bekerja di luar negeri.

“Pelaku sampai saat ini masih kita cari, kita mengumpulkan informasi keberadaanya. Polisi hanya menyita beberapa alat bukti seperti baju korban,” ujarnya.

Dia mengatakan, LAR adalah residivis dan pernah ditahan karena melakukan kasus pencabulan sebelumnya.

Dalam kasus ini, pelaku LAR diduga melanggar Pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat 1 Jo Pasal 81 ayat 2 atau Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dia menjelaskan, bocah yatim piatu korban pemerkosaan itu merupakan anak yatim piatu yang belum lama ini ditinggal kedua orangtuanya. Sejak saat itu, dia menumpang tinggal di rumah terduga pelaku.

Namun, bukannya mendapat perlakuan yang baik, kepolosan korban justru dimanfaatkan LAR.

“Dari pengakuan korban persetubuhan hampir terjadi setiap hari. Terhitung sejak April hingga Juni 2021,” kata dia.

Kejadian ini terungkap usai korban curhat ke salah satu temannya. Tak berselang lama, cerita itu sampai ke telinga salah satu warga dan kemudian melapor ke Polsek Pesanggaran.

“Setelah dilakukan visum ternyata benar ada luka pada kemaluan korban,” kata dia.

Polisi, kata dia, kemudian bergerak cepat menangkap pelaku. Saat penangkapan dilakukan, rumah pelaku sudah alam kondisi kosong.

Sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat, sejak 1 Januari hingga 16 Maret 2021, terdapat 426 kasus kekerasan seksual dari total 1.008 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Data itu berdasarkan hasil pelaporan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni-PPA). (***)

Baca juga: Dinkes Belum Jadwalkan Vaksinasi Anak Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post