Bocah Empat Tahun Jadi Korban Pencabulan di Manado


Bocah Empat Tahun Jadi Korban Pencabulan di Manado
Foto: Illustrasi pencabulan bocah.

Berita nasional, gemasulawesi– Bocah berusia empat tahun menjadi korban pencabulan di Manado, Sulawesi Utara. Sementara pelakunya melarikan diri usai dilaporkan orang tuanya ke Polisi.

“Laporan pengaduan tertanggal 18 Juni kemarin, terlapor inisial RB. Pelaku lari saat orang tua korban melapor,” ungkap Kasatreskrim Polres Manado Taufiq Arifin, di Manado, Jumat 2 Juli 2021.

Aksi bejat pelaku dilakukan sekitar bulan Februari lalu, dan kasus pencabulan di Manado itu masih dalam proses penyelidikan.

“Masih dilakukan penyelidikan. Peristiwa pencabulan itu diduga terjadi pada Februari lalu,” kata dia.

Baca juga: Covid Sulteng 2 Juli 2021: Bertambah 95 Kasus Baru

Kasus pencabulan di Manado itu terungkap ketika gadis mengeluh rasa sakit ke ibunya. Sang ibu kemudian mengetahui jika anaknya telah dicabuli RB.

Baca juga: Riznu Fitra Inisiatif Kembangkan Pariwisata di Parigi Moutong

“Ibunya kemudian memeriksa kondisi anaknya saat itu,” ujarnya.

Selain itu, ibu korban sempat mengunggah kasus anaknya di media sosial. Pasalnya, ibu korban pencabulan di Manado tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu.

Baca juga: Cuaca 3 Juli 2021: Sulawesi Tengah Potensi Hujan Lebat Disertai Petir

“Ibu korban pun membuat pengaduan pada bulan Juni. Dia bahkan mengunggah kasus yang dialami anaknya ke media sosial untuk meminta keadilan,” tuturnya.

Sebelumnya, Polisi juga telah menangkap delapan pria tersangka kasus pencabulan di Manado. Korbannya, ABG perempuan penyandang disabilitas di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Para pelaku melakukan aksi bejat itu di 3 tempat.

Baca juga: Gubernur: Basis Data Sulawesi Tengah Penting untuk Pembangunan

Para tersangka adalah CH (34), SE (35), ATB (25), EP (33), DW (39), RNP (26), ARR (36), serta ARW (33). Tujuh dari 8 pelaku ditembak lantaran berusaha melawan saat hendak ditangkap.

Baca juga: Parigi Moutong Beri Akses Internet di 23 Kecamatan

“Para tersangka mencabuli dan menyetubuhi korban secara bergantian di tiga TKP berbeda. TKP pertama di Desa Kalasey Minahasa, kedua di Kelurahan Malalayang Dua, dan ketiga di Kelurahan Malalayang Satu Manado,” sebut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast. (***)

Baca juga: Wabup Pesan Berdayakan Warga Lokal di Tambak Udang Parigi Moutong


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Rafii

Penulis

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Share via
Share this